Selasa, 07 Agustus 2018 - 07:03:06 WIB
Kajari Mukomuko Selamatkan Uang Negara Milyaran RupiahKategori: Bengkulu - Dibaca: 331 kali

Baca Juga:STKIP Pontianak Pionir Terdepan dalam Prodi SejarahKecewa Dengan Tindakan Penegak Hukum, Nurhasana Waruhu Mengadu ke KYRp 34 M Untuk Calo 'Ratu' AnggaranGila! Urus KTP DKI Dikenakan Hampir Rp 1 Juta

Pembangunan jalan Desa Tanah Rekah sepanjang 1000 meter pada tahun 2016 yang dilaksanakan oleh CV. Geo Jasa ternyata banyak masalah.

Mukomuko, JAYAPOS - Pembangunan jalan Desa Tanah Rekah sepanjang 1000 meter pada tahun 2016, pada Dinas PU Provinsi Bengkulu melalui Bidang Bina Marga yang dilaksanakan oleh CV. Geo Jasa ternyata banyak masalah. Dalam konferensi pers di Kejaksaan Negeri Mukomuko, Agus Irawan Yustisianto SH.MH menyampaikan kepada wartawan, Rabu (1/8/18), bahwa Kejaksaan Negeri Mukomuko telah melakukan penyidikan terkait pembangunan Jalan (Lapen) Simpang Empat Tanah Rekah Kec. Kota Mukomuko Kab. Mukomuko dengan kerugian negara Rp 1,8 milyar, dari ang­garan APBN pada Dinas PU Provinsi Bengkulu. Dari hasil penyidikan yang dilakukan telah mengkristal atau menetapkan 3 (tiga) tersangka berinisial NF, OJ, dan MM.

Agus menambahkan, sejak pengusutan kegiatan pekerjaan fisik akses Jalan Tanah Rekah Kec. Kota Mukomuko, Kab.Mukomuko Prov. Bengkulu sudah menetapkan 3 (tiga) tersangka proyek fisik ini. Proses selanjutnya akan dinaikan ketahap pemeriksaan berikutnya. Ketiga tersangka tersebut merupakan KPA (Kuasa Pelaksana Anggaran ), PPTK dan kontraktor pelaksana proyek.

Kronologis yang menyebabkan timbulnya kerugian negara dalam perkara proyek fisik pada Dinas PU Provinsi Bengkulu Bidang Bina Marga terdapat mata anggaran pembangunan Jalan Tanah Rekah atau Lapen sepanjang 1000 M, me­lalui kode rekening 1.030133 38.5.2 bernilai sebesar Rp. 2.000.000.000,- (dua milyar rupiah), setelah dilakukan Lelang Pengguna LPSE Prov. Bengkulu maka lelang dimenangkan oleh CV. Geo Jasa selaku pelaksana kegiatan dengan nomor kontrak 602.1/2382/B/IV/DPU/2016 tanggal 10 Juni 2016 sebesar Rp. 1.894.409.000, dengan masa pekerjaan 180 hari ka­lender.

Setelah menang Lelang CV. Geo Jasa diberikan uang muka 30 % berdasarkan SP2D tanggal 27 Juni 2016 sebesar Rp. 506.323.860.- selanjutnya termin I (satu) CV. Geo Jasa terima 52,5 % berdasarkan SP2D pada tanggal 23 November 2016 sebesar 578.973.309,- dan CV. Geo Jasa termin II (kedua ) terima 100 % berdasarkan SP2D Tanggal 23 Desember 2016 sebesar Rp. 574.032.005,-.

Saat dilakukan pembayaran, ternyata pekerjaan tersebut hanya dilaksanakan 68 % namun dibayar 100 % dan pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan didalam kontrak, pekerjaan tersebut juga tidak pernah di PHO-kan dan sampai sekarang belum di PHO-kan.

Dokumen berita acara yang digunakan sebagai syarat pencairan tidak sesuai dengan fakta di lapangan karena diakui oleh Tim PHO dan kontraktor bahwa mereka tidak pernah menandatangani berita acara penerimaan fisik proyek, akibat perbuatan tersebut terdapat kerugian negara berdasarkan laporan perhitungan BPKP Prov. Bengkulu Nomor SR¬-1472/PW06/05/2018 Tanggal 27 Juli 2018 sebesar Rp. 572.102.676,63.
Sampai berita ini diturunkan Kejaksaan Negeri Kab. Mukomuko masih akan mela­kukan penyidikan lebih lanjut. (JPR)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59099)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50956)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14260)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (14104)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13720)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13405)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13358)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12710)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8746)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8296)
Bedah JayaposKorban Kasus Akta Nikah Yang Diduga Palsu Melapor Ke Polda RiauPekanbaru, Jaya Pos Sehubungan dengan adanya laporan mengenai Akta Nikah diduga palsu yang dikeluarkan oleh ...


Selain Langgar Permendes No 19, Perangkat Desa Ciseureheun Juga Dobel JobKetua NCW Lahat Dapat Surat Balasan Terkait Dugaan Korupsi di PUPR Senilai Rp24 MRSI Siti Hajar Tidak Profesional Dalam Menangani PasienPolemik Pengiriman 2.493 Ton Zirkon Oleh PT Putraprima Mineral MandiriDiduga Gelapkan Dana Nasabah, PT PNM Unit Amurang Dilaporkan Ke Polda SulutMencuri Kabel Milik PT OKI Pulp and Papers Mills, Sarmadin Ditangkap PolisiMantan Camat Merapi Timur Diduga Terlibat Pembuatan Surat Tanah Fiktif
Laporan KhususDalam Tiga Bulan, Petani Cabai Bantaeng Bisa Raup Rp30 Juta Bantaeng, Jaya Pos Pengembangan inovasi pertanian terus dilakukan petani di Bantaeng. Salah satu yang sedang ...


KPU Gumas Gelar Rakor Penyusunan DPTB dan DPK Pemilu 2019Penilaian Dasawisma Aster II "Optimis Raih Juara"Fachrori: Kita Berupaya Maksimal Wujudkan Program Pembangunan 30 Ribu Massa Akan Ramaikan Gelaran Generasi Muda Cinta Lalu Lintas di Provinsi JambiFachrori Rapat Bersama Mentan Bicarakan Penguatan Harga Karet dan PanganHasil Evaluasi SAKIP Pemkab Gunung Mas Raih Predikat BPerbub Baru: Gaji PTT di Gumas Diatas UMK