Selasa, 07 Agustus 2018 - 07:03:06 WIB
Kajari Mukomuko Selamatkan Uang Negara Milyaran RupiahKategori: Bengkulu - Dibaca: 515 kali

Baca Juga:STKIP Pontianak Pionir Terdepan dalam Prodi SejarahKecewa Dengan Tindakan Penegak Hukum, Nurhasana Waruhu Mengadu ke KYRp 34 M Untuk Calo 'Ratu' AnggaranGila! Urus KTP DKI Dikenakan Hampir Rp 1 Juta

Pembangunan jalan Desa Tanah Rekah sepanjang 1000 meter pada tahun 2016 yang dilaksanakan oleh CV. Geo Jasa ternyata banyak masalah.

Mukomuko, JAYAPOS - Pembangunan jalan Desa Tanah Rekah sepanjang 1000 meter pada tahun 2016, pada Dinas PU Provinsi Bengkulu melalui Bidang Bina Marga yang dilaksanakan oleh CV. Geo Jasa ternyata banyak masalah. Dalam konferensi pers di Kejaksaan Negeri Mukomuko, Agus Irawan Yustisianto SH.MH menyampaikan kepada wartawan, Rabu (1/8/18), bahwa Kejaksaan Negeri Mukomuko telah melakukan penyidikan terkait pembangunan Jalan (Lapen) Simpang Empat Tanah Rekah Kec. Kota Mukomuko Kab. Mukomuko dengan kerugian negara Rp 1,8 milyar, dari ang­garan APBN pada Dinas PU Provinsi Bengkulu. Dari hasil penyidikan yang dilakukan telah mengkristal atau menetapkan 3 (tiga) tersangka berinisial NF, OJ, dan MM.

Agus menambahkan, sejak pengusutan kegiatan pekerjaan fisik akses Jalan Tanah Rekah Kec. Kota Mukomuko, Kab.Mukomuko Prov. Bengkulu sudah menetapkan 3 (tiga) tersangka proyek fisik ini. Proses selanjutnya akan dinaikan ketahap pemeriksaan berikutnya. Ketiga tersangka tersebut merupakan KPA (Kuasa Pelaksana Anggaran ), PPTK dan kontraktor pelaksana proyek.

Kronologis yang menyebabkan timbulnya kerugian negara dalam perkara proyek fisik pada Dinas PU Provinsi Bengkulu Bidang Bina Marga terdapat mata anggaran pembangunan Jalan Tanah Rekah atau Lapen sepanjang 1000 M, me­lalui kode rekening 1.030133 38.5.2 bernilai sebesar Rp. 2.000.000.000,- (dua milyar rupiah), setelah dilakukan Lelang Pengguna LPSE Prov. Bengkulu maka lelang dimenangkan oleh CV. Geo Jasa selaku pelaksana kegiatan dengan nomor kontrak 602.1/2382/B/IV/DPU/2016 tanggal 10 Juni 2016 sebesar Rp. 1.894.409.000, dengan masa pekerjaan 180 hari ka­lender.

Setelah menang Lelang CV. Geo Jasa diberikan uang muka 30 % berdasarkan SP2D tanggal 27 Juni 2016 sebesar Rp. 506.323.860.- selanjutnya termin I (satu) CV. Geo Jasa terima 52,5 % berdasarkan SP2D pada tanggal 23 November 2016 sebesar 578.973.309,- dan CV. Geo Jasa termin II (kedua ) terima 100 % berdasarkan SP2D Tanggal 23 Desember 2016 sebesar Rp. 574.032.005,-.

Saat dilakukan pembayaran, ternyata pekerjaan tersebut hanya dilaksanakan 68 % namun dibayar 100 % dan pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan didalam kontrak, pekerjaan tersebut juga tidak pernah di PHO-kan dan sampai sekarang belum di PHO-kan.

Dokumen berita acara yang digunakan sebagai syarat pencairan tidak sesuai dengan fakta di lapangan karena diakui oleh Tim PHO dan kontraktor bahwa mereka tidak pernah menandatangani berita acara penerimaan fisik proyek, akibat perbuatan tersebut terdapat kerugian negara berdasarkan laporan perhitungan BPKP Prov. Bengkulu Nomor SR¬-1472/PW06/05/2018 Tanggal 27 Juli 2018 sebesar Rp. 572.102.676,63.
Sampai berita ini diturunkan Kejaksaan Negeri Kab. Mukomuko masih akan mela­kukan penyidikan lebih lanjut. (JPR)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59435)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51309)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (37069)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14786)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14085)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13903)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13659)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13088)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (10232)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9082)
Bedah JayaposBangunan Pompanisasi Mangkrak, Dinas Pertanian Akan Melakukan Sidak Pasuruan, Jaya Pos Setelah adanya pemberitaan oleh harian jaya pos terkait ada­nya bangunan ...


LPK-SM RAKYAT SEJAHTERA Akan Turunkan Tim Investigasi Terkait PompanisasiKejati Kalteng Telisik Dugaan Korupsi Proyek Jalan Kapuas Seberang Senilai Rp 5,8 MAPBDes Kedungwonokerto Jadi Ajang Cari Untung ?Tim Saber Pungli Kota Banjar Siap Tindaklanjuti Dugaan Pungli di DisdikbudWarga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan ListrikBobroknya Sikap Oknum Pegawai Bank BNI BukittinggiRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM Bersubsidi
Laporan KhususBupati Bantaeng Pantau Proses Terminal Darah PuskesmasBantaeng, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng terus melakukan inovasi di sektor kesehatan. Salah ...


DPRD Sumsel Setujui LKPJ Gubernur Sumsel Tahun 2018DPRD Lahirkan Perda Inisiatif Kepemudaan dan Mengkritisi Kinerja PemkoSerahkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran Pangkal Duri, Fachrori: Jangan Lama-lama Bersedih, Segeralah Pemkab Labusel Kembali Memperoleh WTP TA 2108 dari Kepala BPK RI Perwakilan SumutPemkab Ciamis Pastikan Jalan Buniseuri-Jalatrang DihotmixLakukan Reformasi Koperasi Untuk Kesejahteraan Anggota, Naikan Pendapatan dan Pembangunan ApartemenPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan Sumut