Sabtu, 01 September 2012 - 09:25:32 WIB
Uang Haram Mirwan Amir ‘Mengalir’ ke Tina TalisaKategori: Jakarta - Dibaca: 928 kali

Baca Juga:Bentrok Antar Masa di Taman Palem Lestari Cengkareng (John Key cs Vs Hercules cs)Sejumlah Pejabat Dishub Riau DiperiksaPencegahan Kebakaran Gagal, Korupsinya Berhasil , Gubernur DKI Didesak Copot Kadis DamkarHotman Paris dan Indra Sahnun Hina Denny, ILC Terancam Dihentikan

- Banyak Kasus Membelit Nirwan
- Disebut-sebut Dalam Kasus DPID dan Nazaruddin

Jakarta, Jaya Pos

Mantan Wakil Ketua Badan Ang­garan Dewan Perwakilan Rak­yat (Banggar DPR), Mirwan Amir kembali menjadi sorotan. Jika sebelumnya politisi Partai Demokrat itu disebut-sebut dalam sejumlah kasus korupsi yang melibatkan koleganya di DPR, kini ia tercium melakukan transaksi keuangan mencurigakan dari hasil praktik kejahatan di DPR. Bahkan tersiar kabar, uang haram dari Mirwan Amir mengalir hingga ke presenter cantik, Tina Tilisa yang merupakan istri adiknya Amrinur Okta Jaya.

Mirwan Amir pernah membeli tiga mobil mewah pada akhir 2009-awal 2011 yang kemudian diatasnamakan Amrinur Okta Jaya, suami Tina Talisa. Pembelian mobil ter­sebut dilakukan secara kredit melalui PT Astra Sedaya Finance, anak usaha PT Astra Credit Company. Setelah uang muka dibayar, kredit dilunasi dengan cepat.

Tidak sampai disana, Tina Talisa pun harus stress gara-gara diberitakan kecipratan uang haram dari Mirwan Amir. Mantan presenter TVOne yang kini bernaung di Indosiar tersebut mendapat transfer Rp 116 juta pada Mei-Juni 2011.  Pertama, pada 19 Mei 2011, Mirwan mentransfer duit Rp 25 juta pada Tina.

Kemudian pada 23 Mei, Mirwan kembali mentransfer Rp 10 juta. Pada 3 Juni, Mirwan mentransfer dengan jumlah lebih banyak, Rp 75 juta. Terakhir pada 17 Juni, Mirwan kembali mentransfer Rp 6 juta. Semua transfer duit dari Mirwan pada Tina terjadi sebelum mantan presenter televisi swasta ini resmi dipersunting oleh Okta pada Juli 2011.

Benarkah bekas menantu Kepala Bappenas Paskah Suzetta itu menerima uang dari Mirwan Amir? Tina langsung membantahnya. “Tidak ada transfer dana seperti yang disebutkan dengan total Rp 120 juta pada pertengahan 2011, pun tidak ada transfer dalam jumlah apa pun, kapan pun, ke rekening saya yang mana pun dari MA (Mirwan Amir),” kata Tina.

Mirwan Amir juga membantah pernah mentransfer dana ke rekening Tina. “Saya sudah katakan tidak pernah berurusan dengan Tina, apalagi ada transaksi. Sangat fitnah yang memberi info itu,” ujarnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah mengakui adanya 18 laporan transaksi mencurigakan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Laporan PPATK itu diduga milik 10 anggota Badan Anggaran, termasuk Mirwan, dan diduga terkait dengan kasus Angelina Sondakh.

Dugaan keterlibatan Mirwan dalam sejumlah kasus korupsi itu pernah disampaikan oleh Mindo Rosalina Manulang, mantan Direktur Pemasaran PT Anak Negeri, perusahaan milik terpidana kasus suap pembangunan Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin.

Dalam sidang Nazaruddin, Mindo mengungkapkan bahwa Angelina menyebut istilah “Ketua Besar” dan “Bos Besar” dalam pembicaraan lewat pesan BlackBerry sebagai penerima uang. “Ketua Besar itu Mirwan Amir, dan Bos Besar Anas (Anas Urbaningrum, Ketua Partai Demokrat,” ujar Mindo. 

Tapi, dalam persidangannya di Pengadilan Tipikor Jakarta pada 15 Februari 2012, Angelina mengatakan tidak tahu siapa Bos Besar dalam pembicaraan BlackBerry Messenger.

Mirwan juga muncul pula dalam kasus Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID). Kasus itu sudah menjerat politikus Partai Amanat Nasional, Wa Ode Nurhayati dan kader Partai Golongan Karya, Fahd El Fouz, anak penyanyi dangdut A. Rafiq, sebagai tersangka.

Nurhayati dalam perkara ini didakwa menerima suap Rp 6,25 miliar dari tiga pengusaha terkait dengan alokasi DPID. Ketiganya menyuap agar Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Besar, dan Bener Meriah mendapat alokasi proyek dana penyesuaian tahun 2011 senilai Rp 7,7 triliun. Namun, belakangan, tak semua daerah yang diusulkan kecipratan dana DPID.

Saat bersaksi untuk Nurhayati pada 17 Juli lalu, Fahd menyebutkan jatah dana penyesuaian infrastruktur untuk tiga kabupaten di Aceh, salah satunya diurus oleh Mirwan sebagai pimpinan Badan Anggaran dari Demokrat. Dalam sidang, Mirwan mengakui Bener Meriah daerah pemilihannya. Namun ia membantah jika disebut menawarkan proyek di kabupaten itu kepada pengusaha. L30 P1000


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59627)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51480)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (48752)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14969)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14240)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14063)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13795)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13288)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11768)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9254)
Bedah JayaposAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesSidoarjo, Jaya Pos Kepala Desa Pademonegoro Ispriyanto diduga cenderung tertutup dan memonopoli dalam ...


Realisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka BaruDiduga Palsukan Produk Pabrikasi, U-Ditch Merek BCA Berstempel Calvary DipertanyakanBuruh PT Siwanggi Sejati Luhur Demo Karena Pembayaran Bonus Yang Tak SesuaiKasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka BaruPenggunaan ADD di Jorong Silungkang Tidak Transparan
Laporan Khusus20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahPadang Panjang, Jaya Pos Sebanyak 20 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang Panjang ...


Ilyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres Demi Keutuhan NKRI Majelis Madiena Adakan Istigosah Dan TausiyahPimpin Upacara di IPDN, Pengamat: Bukti Bupati Bantaeng Punya Jejaring Kuat di PusatRanperda Pelaksanaan APBD Kabupaten Tanah Datar di 2018 DiSetujuiPublikasi Kinerja Sekda Kabupaten Bogor Semester I Tahun 2019