Rabu, 08 Agustus 2012 - 07:46:00 WIB
Kasus Ilegal Fishing DipertanyakanKategori: Sulawesi Selatan - Dibaca: 405 kali

Baca Juga:Lapor Polsek Kota Dipimpong ke PolresDirut Hotel Duta Residence Kecewa Dengan Pemko DepokNegara Dirugikan Triliunan Rupiah KPK Selidiki Korupsi Retribusi Lahan di PIKKonsumen Kecewa Dengan Pelayanan Karyawan BAF Rantauprapat

Pangkep, Jaya Pos

Kepolisian Resort Pangkep Melalui Satuan Polisi Air (Sat Polair) menangkap dan mengamankan pelaku illegal fishing, Suaming, (42), warga Pulau Sanane Desa Sabalana Kec Liukang Tangaya Kab Pangkep pada Desember 2011, yang seharusnya saat ini sudah berada di balik terali besi, namun yang terjadi hingga saat ini menurut nara sumber yang dapat dipercaya, sekarang sudah berkeliaran di Pulau Sanane bahkan telah melakukan kebiasaannya yang tidak terpuji yakni melakukan aktivitasnya yang serupa.

Kebebasan pelaku Illegal Fishing ini terungkap berkat adanya laporan dari masyarakat yang selama ini merasa terganggu dan resah dengan maraknya kegiatan penangkapan ikan secara ilegal termasuk salah satunya Andika, warga Pulau tinggalungan Kel Sapuka Kec Liukang Tangaya, yang juga pelaku tindak pidana memiliki dan menguasai bahan peledak (bom), sekarang telah dimejahijaukan.

Kapolres Pangkep, AKBP Idil Tabranyah SH MM membenarkan pihaknya telah menangkap seorang pelaku pemboman ikan yang tergolong ilegal fishing bernama Suaming, warga Pulau Sanane.

Menurut Kapolres Pangkep, pelaku pemboman ikan telah ditangkap dan diamankan oleh pihak Kepolisian Resort Pangkep (Sat Polair) beserta 2 buah barang bukti berupa bahan peledak yang sampai saat ini masih dalam pengawasannya.

Namun setelah penangkapan, pelaku tersebut tiba-tiba terserang penyakit ulu hati, karena itu langsung dibawah ke RSUD Kab Pangkep untuk dilakukan perawatan. Namun setelah pelaku keluar dari rumah sakit hingga saat ini belum ada perkembangan penyelidikan.

Setelah sumber Jaya Pos menyebutkan adanya kebebasan terhadap pelaku (Suaming), Kepala Sat Polair AKBP Darwis Azis yang dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, kasus ilegal fishing atas nama Suaming sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (Kejaksaan Negeri Pangkep) untuk tahap pertama. “Hanya saja, yang belum kami limpahkan berupa barang bukti yaitu 2 buah bahan peledak (bom) yang sampai sekarang masih dalam pengawasan kami.

Sementara barang bukti lain berupa kapal, kami belum ambil karena cuaca sedang kurang bersahabat saat ini, berhubung kapal tersebut masih ada di Pulau Sanane, jadi nanti setelah selesai lebaran saya bersama anggota baru turun langsung mengambil kapal tersebut untuk dibawa ke Pangkep sebagai barang bukti,” katanya. Menurut AKBP Darwis Azis, alasan untuk tidak melimpahkan tahap keduanya karena pihak kejaksaan belum mengaluarkan P21 nya.

Sementara Kejaksaan Negeri Pangkep berdalih, belum dikeluarkannya P.21 atas kasus ini karena masih menunggu pelimpahan tahap kedua dari Sat Pol Air. Sehingga dengan begitu telah terjadi saling lempar pendapat sehingga proses hukum kasus ini lambat dan berjalan di tempat.

Sejumlah elemen masyarakat Pulau Sanene Kec Lk Tangaya Kab Pangkep, sangat mengharapkan agar kasus ini dapat terselesaikan dan ditutaskan sesuai hukum yang berlaku dengan meniliki UU 27 Tahun 2007 pasal 35 Huruf c menggunakan bahan peledak, bahan beracun dan atau bahan lain yang merusak ekosistem terumbu karang. d menggunakan peralatan, cara, dan metode lain yang merusak ekosistem terumbu karang.AS


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59627)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51480)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (48752)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14969)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14240)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14063)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13795)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13288)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11768)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9254)
Bedah JayaposAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesSidoarjo, Jaya Pos Kepala Desa Pademonegoro Ispriyanto diduga cenderung tertutup dan memonopoli dalam ...


Realisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka BaruDiduga Palsukan Produk Pabrikasi, U-Ditch Merek BCA Berstempel Calvary DipertanyakanBuruh PT Siwanggi Sejati Luhur Demo Karena Pembayaran Bonus Yang Tak SesuaiKasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka BaruPenggunaan ADD di Jorong Silungkang Tidak Transparan
Laporan Khusus20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahPadang Panjang, Jaya Pos Sebanyak 20 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang Panjang ...


Ilyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres Demi Keutuhan NKRI Majelis Madiena Adakan Istigosah Dan TausiyahPimpin Upacara di IPDN, Pengamat: Bukti Bupati Bantaeng Punya Jejaring Kuat di PusatRanperda Pelaksanaan APBD Kabupaten Tanah Datar di 2018 DiSetujuiPublikasi Kinerja Sekda Kabupaten Bogor Semester I Tahun 2019