Rabu, 08 Agustus 2012 - 07:46:00 WIB
Kasus Ilegal Fishing DipertanyakanKategori: Sulawesi Selatan - Dibaca: 355 kali

Baca Juga:Lapor Polsek Kota Dipimpong ke PolresDirut Hotel Duta Residence Kecewa Dengan Pemko DepokNegara Dirugikan Triliunan Rupiah KPK Selidiki Korupsi Retribusi Lahan di PIKKonsumen Kecewa Dengan Pelayanan Karyawan BAF Rantauprapat

Pangkep, Jaya Pos

Kepolisian Resort Pangkep Melalui Satuan Polisi Air (Sat Polair) menangkap dan mengamankan pelaku illegal fishing, Suaming, (42), warga Pulau Sanane Desa Sabalana Kec Liukang Tangaya Kab Pangkep pada Desember 2011, yang seharusnya saat ini sudah berada di balik terali besi, namun yang terjadi hingga saat ini menurut nara sumber yang dapat dipercaya, sekarang sudah berkeliaran di Pulau Sanane bahkan telah melakukan kebiasaannya yang tidak terpuji yakni melakukan aktivitasnya yang serupa.

Kebebasan pelaku Illegal Fishing ini terungkap berkat adanya laporan dari masyarakat yang selama ini merasa terganggu dan resah dengan maraknya kegiatan penangkapan ikan secara ilegal termasuk salah satunya Andika, warga Pulau tinggalungan Kel Sapuka Kec Liukang Tangaya, yang juga pelaku tindak pidana memiliki dan menguasai bahan peledak (bom), sekarang telah dimejahijaukan.

Kapolres Pangkep, AKBP Idil Tabranyah SH MM membenarkan pihaknya telah menangkap seorang pelaku pemboman ikan yang tergolong ilegal fishing bernama Suaming, warga Pulau Sanane.

Menurut Kapolres Pangkep, pelaku pemboman ikan telah ditangkap dan diamankan oleh pihak Kepolisian Resort Pangkep (Sat Polair) beserta 2 buah barang bukti berupa bahan peledak yang sampai saat ini masih dalam pengawasannya.

Namun setelah penangkapan, pelaku tersebut tiba-tiba terserang penyakit ulu hati, karena itu langsung dibawah ke RSUD Kab Pangkep untuk dilakukan perawatan. Namun setelah pelaku keluar dari rumah sakit hingga saat ini belum ada perkembangan penyelidikan.

Setelah sumber Jaya Pos menyebutkan adanya kebebasan terhadap pelaku (Suaming), Kepala Sat Polair AKBP Darwis Azis yang dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, kasus ilegal fishing atas nama Suaming sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (Kejaksaan Negeri Pangkep) untuk tahap pertama. “Hanya saja, yang belum kami limpahkan berupa barang bukti yaitu 2 buah bahan peledak (bom) yang sampai sekarang masih dalam pengawasan kami.

Sementara barang bukti lain berupa kapal, kami belum ambil karena cuaca sedang kurang bersahabat saat ini, berhubung kapal tersebut masih ada di Pulau Sanane, jadi nanti setelah selesai lebaran saya bersama anggota baru turun langsung mengambil kapal tersebut untuk dibawa ke Pangkep sebagai barang bukti,” katanya. Menurut AKBP Darwis Azis, alasan untuk tidak melimpahkan tahap keduanya karena pihak kejaksaan belum mengaluarkan P21 nya.

Sementara Kejaksaan Negeri Pangkep berdalih, belum dikeluarkannya P.21 atas kasus ini karena masih menunggu pelimpahan tahap kedua dari Sat Pol Air. Sehingga dengan begitu telah terjadi saling lempar pendapat sehingga proses hukum kasus ini lambat dan berjalan di tempat.

Sejumlah elemen masyarakat Pulau Sanene Kec Lk Tangaya Kab Pangkep, sangat mengharapkan agar kasus ini dapat terselesaikan dan ditutaskan sesuai hukum yang berlaku dengan meniliki UU 27 Tahun 2007 pasal 35 Huruf c menggunakan bahan peledak, bahan beracun dan atau bahan lain yang merusak ekosistem terumbu karang. d menggunakan peralatan, cara, dan metode lain yang merusak ekosistem terumbu karang.AS


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59369)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51244)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (33155)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14719)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14009)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13845)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13603)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13011)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9927)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9019)
Bedah JayaposTim Saber Pungli Kota Banjar Siap Tindaklanjuti Dugaan Pungli di DisdikbudBanjar, Jaya Pos Tunjangan Kinerja (Tunkin) pengganti Tunjangan Dae­rah (Tunda) yang bakal diterima ...


Warga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan ListrikBobroknya Sikap Oknum Pegawai Bank BNI BukittinggiRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM BersubsidiSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruGus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ?Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR
Laporan KhususPemkab Labusel Kembali Memperoleh WTP TA 2108 dari Kepala BPK RI Perwakilan SumutLabusel, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu Selatan (Labusel) kembali memperoleh opini Wajar ...


Pemkab Ciamis Pastikan Jalan Buniseuri-Jalatrang DihotmixLakukan Reformasi Koperasi Untuk Kesejahteraan Anggota, Naikan Pendapatan dan Pembangunan ApartemenPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan SumutPatik Dalam Kehidupan Batak Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018