Rabu, 08 Agustus 2012 - 07:43:19 WIB
Lapor Polsek Kota Dipimpong ke PolresKategori: Jawa Timur - Dibaca: 343 kali

Baca Juga:Dirut Hotel Duta Residence Kecewa Dengan Pemko DepokNegara Dirugikan Triliunan Rupiah KPK Selidiki Korupsi Retribusi Lahan di PIKKonsumen Kecewa Dengan Pelayanan Karyawan BAF RantauprapatCV. CGV Perbaiki Fisik Proyek Rabat Beton di MHS Ketapang

Madura, Jaya Pos

Apa yang dialami oleh Asruki, pria 37 tahun warga Desa Bancelok Kecamatan Jrengik sampang ini ibarat jatuh tertimpa tangga. Betapa tidak, pria yang asli kelahiran Madura ini, uangnya tidak kembali malah bolak-balik ke kantor polisi yang banyak menyita waktu sehingga mengganggu pekerjaan.

Ceritanya bermula ketika dia membeli  3 kios di lantai 2 Blok A Pasar Srimangunan Sampang dari Abd Holik, warga Jalan Garuda Gang 1, Kelurahan Rongtengah Kec Sampang Kota 3 tahun lalu dengan harga Rp 99 juta, namun kunci kios belum diberikan.

Sebagai bukti pembelian, Asruki diberi 2 kwitansi dengan nominal Rp 66 juta dan Rp 33 juta. Selang beberapa minggu kemudian, Asruki menanyakan kunci kios ke Abd Holik namun dijawab masih nunggu dulu. Beberapa bulan kemudian, Asruki kembali menemui Abd Holik lagi untuk menanyakan kejelasannya, lagi-lagi dijawab menunggu dulu.

Betapa terkejutnya Asruki, tanpa disadari ketiga kios tersebut kini ditempati orang lain. Setelah ditanyakan kepada Holik, dengan enteng dia menjawab: “Itu palsu, kuncinya masih disaya.”

Merasa dirinya tertipu, Asruki minta agar uangnya dikembalikan. Meski berkali-kali Asruki meminta uangnya untuk dikembalikan namun Holik tidak mau, sampai akhirnya Asruki minta bantuan Kepala Desa (Irfan). Dari tangan Irfan, korban Asruki dikasih uang sebesar Rp45 juta. Karena merasa kurang, dia pun menagihnya sendiri. Namun ketika ditanyakan kekurangnya, Holik selalu marah dan mengelak bahwa uangnya sudah diecer-ecer (tidak jelas) bahkan terkesan arogan.

Kesal dengan sikap Holik, pada Mei 2012, Asruki pun mendatangi Polsek Kota untuk melaporkan kasus ini. Namun anehnya, Asruki tidak mendapat bukti laporan padahal dia sudah menandatangani laporan tersebut.

Kapolsek Kota, AKP Hari Siswo saat ditemui Jaya Pos menyarankan agar Asruki yang juga didampingi Zahri, adik kandungya melaporkan kasus ini Ke Polres Sampang.

Ketika ditanya apakah Polsek Kota tidak mampu menangani kasusnya, Hari Siswo malah balik bertanya. “Mengapa saya sarankan lapor ke polres gak mau?”  

Dalam laporannya ke Polres Sampang, Asruki memaparkan semua permasalahannya disertai 1 lembar kwitansi pembayaran sebagai barang bukti, namun Asruki belum juga mendapatkan bukti laporan dari Polres Sampang.

Menurut penyidik dari polres, pihaknya belum menerima pelimpahan berkas dari Polsek Sampang Kota, sehingga tidak bisa membuatkan bukti laporan lagi.

Menurut Zahri, adik korban, kinerja kepolisian tidak transparan. “Buktinya, kita sudah lapor ke polsek mengapa disuruh lapor lagi ke polres. Ada apa ini? Kayaknya kita di pimpong mas. Kalau kinerja kepolisian seperti ini masyarakat semakin tidak percaya mas dengan aparat penegak hokum,” ungkap lelaki kecil ini dengan logat Madura yang kental.Har


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59627)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51480)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (48752)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14969)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14240)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14063)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13795)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13288)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11768)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9254)
Bedah JayaposAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesSidoarjo, Jaya Pos Kepala Desa Pademonegoro Ispriyanto diduga cenderung tertutup dan memonopoli dalam ...


Realisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka BaruDiduga Palsukan Produk Pabrikasi, U-Ditch Merek BCA Berstempel Calvary DipertanyakanBuruh PT Siwanggi Sejati Luhur Demo Karena Pembayaran Bonus Yang Tak SesuaiKasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka BaruPenggunaan ADD di Jorong Silungkang Tidak Transparan
Laporan Khusus20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahPadang Panjang, Jaya Pos Sebanyak 20 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang Panjang ...


Ilyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres Demi Keutuhan NKRI Majelis Madiena Adakan Istigosah Dan TausiyahPimpin Upacara di IPDN, Pengamat: Bukti Bupati Bantaeng Punya Jejaring Kuat di PusatRanperda Pelaksanaan APBD Kabupaten Tanah Datar di 2018 DiSetujuiPublikasi Kinerja Sekda Kabupaten Bogor Semester I Tahun 2019