Rabu, 08 Agustus 2012 - 07:41:03 WIB
Dirut Hotel Duta Residence Kecewa Dengan Pemko DepokKategori: Depok - Dibaca: 434 kali

Baca Juga:Negara Dirugikan Triliunan Rupiah KPK Selidiki Korupsi Retribusi Lahan di PIKKonsumen Kecewa Dengan Pelayanan Karyawan BAF RantauprapatCV. CGV Perbaiki Fisik Proyek Rabat Beton di MHS KetapangGelapkan Uang 14 Milyar, Ketua MISSI Diseret ke Meja Hijau

Depok, Jaya Pos

Direktur Hotel Duta Residence (DR) Edi Faisal mengaku kecewa dengan sikap Pemerintah Kota (Pemko) Depok yang terkesan berdiam diri atas kasus yang menimpa usahanya. Padahal apa yang dituduhkan beberapa gelintir warga Kampung Sugutamu, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, tidak beralasan. Serta tidak dilengkapi dengan bukti-bukti otentik, mereka hanya memfitnah. “Saya akan buka-bukaan sekarang. Apa yang dilakukan Taufik, H Daus, dan H Laweh, Haji Tullah, dan Fahrudim. Ini murni karena persaingan bisnis. Mereka ingin DR ditutup karena bisnis mereka terganggu,” kata Edi, baru-baru ini.

Menurut Edi, tudingan hotel DR sebagai tempat transaksi prostitusi, penjualan minuman keras (miras), dan perjudian sama sekali tidak benar. Itu hanya akal-akalan tiga orang tadi untuk mematikan usahanya. Dia menuturkan, konflik antara dirinya dengan ‘raja-raja’ kecil di Kampung Sugutamu bermula saat ia membeli tanah tidak jauh dari lokasi DR. “Saat hendak membangun rumah di tanah tersebut, ‘raja-raja’ kecil itu mulai membuat ulah. Mereka melarang saya membangun rumah, saya dirukhiyat sebanyak lima kali di dalam masjid.

Mereka mengajukan banyak sekali pertanyaan yang salah satunya menanyakan soal mengapa membangun rumah dengan garasi yang sangat panjang. Ini kan menjadi lucu,” kata dia.

Konflik semakin memanas, kata Edi, saat dirinya kembali membeli tanah seluas 2000 meter tidak jauh dari tanah kedua. Untuk dijadikan rumah kontrakan dengan standar tinggi. Mereka kembali membuat ulah. Menghasut masyarakat untuk menutup DR dengan tuduhan sama yakni: kerap dijadikan lokasi mesum.

Kemudian, Edi mengusulkan agar dirinya diperbolehkah membangun sport center. Mereka semua menyetujui usulan tersebut. Bahkan, persetujuan ditandai dengan berpelukan. Tapi kini mereka kembali membuat ulah. “Waktu itu tahun 2010, saya mengalah kepada mereka. Terhitung sudah tiga tahun saya diserang masalah seperti ini. Sekarang saya harus melawan, ini sudah keterlaluan,” katanya kesal.

Edi mengatakan, beberapa waktu lalu dirinya sempat dipanggil untuk dimintai pertanggungjawaban. Sesampainya di lokasi, kata dia, mereka minta ia menutup DR. Di depan Kapolresta Depok, kata Edi, ia meminta masyarakat tidak asal bicara. Melainkan harus dilengkapi dengan bukti-bukti. “Lagi-lagi mereka tidak memiliki bukti. Mereka hanya menunjukan lemari etalase yang menurut mereka penuh dengan botol minuman keras. Waktu saya tunjukan kalau botol tersebut bukan lah minuman keras, melainkan jus anggur, mereka tidak percaya. Kalau tidak percaya jus dengan botol mirip sampanye bisa dibeli di super market,” ungkapnya.

Mengenai segel yang dilakukan Satpol PP, kata dia, itu hanya penutupan sementara. Permintaan penyegelan datang langsung dari manajemen DR, bukan inisiatif Satpol PP. Hal itu dilakukan untuk menghindari konflik antara warga Sugutamu dengan karyawan DR yang nota bene juga warga Sugutamu. Dalam suratnya, kata Edi, Satpol PP hanya meminta DR mengurus perbaruan izin. Sementara itu, izin sedang diproses. “Jadi tidak ada istilah penutupan permanen. DR tetap dapat beroperasi setelah batas waktu yang ditentukan habis,” kata Edi.

Edi mengatakan, dirinya kecewa dengan sikap Pemerintah Kota Depok yang tidak lagi memproses izin DR menjadi hotel. Padahal, pengajuan izin tersebut hasil masukan orang-orang dari Dinas Pariwisata dan BPPT. “Mereka yang mengusulkan agar DR memperbarui izin. Sekarang, izin sudah diajukan malah prosesnya dihentikan. Kami akan mengadukan masalah ini ke Gubernur Jawa Barat dan Wakil Presiden Republik Indonesia,” katanya.

Di tempat terpisah, tokoh Pemuda kota Depok Yudi Raizal mengatakan, hal yang ditujukan kepada Hotel Duta Residence adalah fitnah dan mengada-ada. “Buktinya apa kalau Hotel DR adalah tempat mesum dan menjual minuman keras. Isu yang dimainkan oleh orang yang katanya tokoh agama tersebut tidak terbukti adanya, justru sebaliknya demi kepentingan usaha dia pribadi, berani menjual atas nama warga. Yang jelas kasus DR murni persaingan bisnis,” ujarnya.

Lebih lanjut Yudi menuturkan, terbukti pemilik Hotel DR melakukan berbuka puasa bareng dengan para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan para pimpinan OKP dan masyarakat sekeliling DR berada. Bak gayung bersambut, kegiatan itupun disambut warga dengan antusias.

Yudi menambahkan, aksi sosial yang seringkali dilakukan oleh DR adalah bagian perekat hubungan baik antara DR dan warga sekelilingnya, bahkan DR sering melakukan santunan kepada anak yatim dan orang yang tidak mampu. “Perlu diketahui, karyawan DR jumlahnya 99 persen adalah warga yang berada di sekeliling DR berada,” tandasnya. Joko Warihnyo


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59627)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51480)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (48752)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14969)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14240)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14063)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13795)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13288)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11768)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9254)
Bedah JayaposAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesSidoarjo, Jaya Pos Kepala Desa Pademonegoro Ispriyanto diduga cenderung tertutup dan memonopoli dalam ...


Realisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka BaruDiduga Palsukan Produk Pabrikasi, U-Ditch Merek BCA Berstempel Calvary DipertanyakanBuruh PT Siwanggi Sejati Luhur Demo Karena Pembayaran Bonus Yang Tak SesuaiKasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka BaruPenggunaan ADD di Jorong Silungkang Tidak Transparan
Laporan Khusus20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahPadang Panjang, Jaya Pos Sebanyak 20 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang Panjang ...


Ilyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres Demi Keutuhan NKRI Majelis Madiena Adakan Istigosah Dan TausiyahPimpin Upacara di IPDN, Pengamat: Bukti Bupati Bantaeng Punya Jejaring Kuat di PusatRanperda Pelaksanaan APBD Kabupaten Tanah Datar di 2018 DiSetujuiPublikasi Kinerja Sekda Kabupaten Bogor Semester I Tahun 2019