Selasa, 07 Agustus 2012 - 07:07:41 WIB
Gemuruh Mesin PLTU 2 Banten Labuan Kejutkan Warga Saat Berbuka PuasaKategori: Banten - Dibaca: 582 kali

Baca Juga:Disperindag Natuna Perkenalkan Produk Unggulan di Berbagai PameranBupati Tutup Mata, PPK DAK Dinas Dikpora Bantaeng Tidak Punya Sertifikat TeknisPemkab Waykanan Dan Bukit Asam Teken MoU CSR Bantu Biaya SekolahKewenangan RW dan RT Kelurahan Sei Lekop Meresahkan Masyarakat Setempat

Pandeglang, Jaya Pos

Sejumlah warga yang ada di wilayah Kec Labuan Kab Pandeglang, Kamis (2/8), dibuat panik dan berhamburan keluar dari rumah masing-masing dengan maksud hendak menyelamatkan diri saat terdengar suara gemuruh secara tiba-tiba.

Warga berpikir, suara gemuruh yang cukup membuat warga terkejut dan panik itu diakibatkan terjadinya air laut di perairan Selat Sunda yang mengalami pasang sekaligus datangnya banjir besar yang dibarengi tsunami.

Tono, warga Desa Labuan kepada Jaya Pos mengungkapkan, saat mendengar gemuruh, dia langsung bersiap-siap mencari mobil untuk mengangkut keluarganya terutama salah satu orang tuanya yang sudah renta untuk diungsikan ke daerah yang dirasa cukup aman. Akan tetapi, niat Tono batal setelah mendengar informasi dari tetangganya bahwa suara gemuruh tersebut berpusat dari mesin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 Banten Labuan.

Kemungkinan, ada salah satu mesin PLTU yang mengalami keruksakan sehingga saat mesin itu dioperasikan langsung mengeluarkan yang keras membuat sejumlah warga panic seketika.

Kepanikan yang sama dirasakan oleh Piah, warga Desa Cigondang Kec Labuan. Piah nyaris menjerit histeris manakala terdengar suara yang menggemuruh seakan-akan di belakang rumahnya. Maklum, anaknya yang semata wayang saat itu belum juga pulang. “Anak saya ke luar rumah mengendarai sepeda motor, katanya mau jalan-jalan sore akan tetapi sampai saat ini belum juga pulang,” ucap Piah pada Jaya Pos.

Disamping itu, dia pun sempat berselisih paham dengan suaminya akibat suaminya lambat mencari informasi dimana saat itu anaknya berada.

Kejadian yang sama sekali tidak diinginkan dan tidak bisa diterima oleh ribuan warga masyarakat Kec Labuan Kab Pandeglang membuat beberapa aktivis dari Lembaga Swadaya Masyarakat angkat bicara.

Yance dari LSM Jambakk berjanji, dalam waktu dekat ini akan mendatangi PLTU 2 Banten - Labuan sekaligus meminta pertanggung jawaban atas kinerja PLTU yang sudah meresahkan ribuan warga masyarakat tanpa diawali pemberitaan sebelumnya, baik melalui media elektronik maupun surat kabar. “Atas kejadian tersebut, PLTU harus bisa menjelaskan pada masyarakat kenapa hal itu bisa terjadi.” katanya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Ruli Cakra Buana, Ketua LSM P2B. Menurutnya, PLTU sudah berbuat keterlaluan di saat warga tengah menikmati berbuka puasa bersama keluarga dan teman dekatnya, tiba-tiba dikejutkan oleh suara gemuruh. “Saya menyaksikannya sendiri betapa saat itu raut wajah warga diliputi kecemasan dan kekhawatiran yang amat sangat terutama bagi mereka yang memiliki penyakit jantung,” ungkapnya.

Dalam hal ini, katanya, PLTU harus meminta maaf terutama kepada warga Kec Labuan karena suara gemuruh berlangsung hampir 240 menit (mulai pukul 17.25 wib hingga menjelang waktu Isya) itu, jelas membuat warga khawatir dan was-was.

Adang Rustandi, salah satu petinggi PLTU saat dikonfirmasi melaui telepon selulernya beberapa gemuruh berlalu, tiba-tiba terputus lantaran adanya gangguan sinyal.Yan/Rus 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59369)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51244)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (33155)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14719)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14009)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13845)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13603)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13011)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9927)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9019)
Bedah JayaposTim Saber Pungli Kota Banjar Siap Tindaklanjuti Dugaan Pungli di DisdikbudBanjar, Jaya Pos Tunjangan Kinerja (Tunkin) pengganti Tunjangan Dae­rah (Tunda) yang bakal diterima ...


Warga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan ListrikBobroknya Sikap Oknum Pegawai Bank BNI BukittinggiRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM BersubsidiSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruGus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ?Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR
Laporan KhususPemkab Labusel Kembali Memperoleh WTP TA 2108 dari Kepala BPK RI Perwakilan SumutLabusel, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu Selatan (Labusel) kembali memperoleh opini Wajar ...


Pemkab Ciamis Pastikan Jalan Buniseuri-Jalatrang DihotmixLakukan Reformasi Koperasi Untuk Kesejahteraan Anggota, Naikan Pendapatan dan Pembangunan ApartemenPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan SumutPatik Dalam Kehidupan Batak Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018