Sabtu, 04 Agustus 2012 - 06:17:34 WIB
Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit KasusKategori: Jakarta - Dibaca: 960 kali

Baca Juga:Anak Buah Bonaran Situmeang Diduga Peras Ibu BersalinTidak Independen dan Profesional, Nurhasana Waruhu Mengaku Kecewa Terhadap Penegak HukumRuang Inap RS Anuntaloko Tak Rampung, Direkturnya BungkamLelaki Hidung Belang Rawan Tertular HIV

Jakarta, Jaya Pos

Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Djoko Susilo merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1984. Di rekan siangkatannya, Djoko dianggap sebagai pembuka pintu mulusnya karir rekan-rekannya hingga menggapai bintang. Ini bukan hal yang tidak lazim. Karena, Djoko Susilo yang terakhir menjabat sebagai Gubernur Akpol adalah orang pertama di angkatannya yang mendapat bintang satu di pundaknya.

Djoko Susilo mendapatkan bintang satu di pundaknya dengan pangkat brigadir jenderal polisi (Brigjen Pol) saat menjadi Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Mabes Polri pada akhir 2008. Dua tahun kemudian, Djoko mendapat tambahan satu bintang di pundaknya menjadi Irjen dengan jabatan baru sebagai Kepala Korps Lantas Polri pada tahun 2010.

Namun di tengah karirnya yang cemerlang, Djoko Susilo harus menghadapi badai besar yang mungkin akan menjadi pemutus karirnya di dunia polisi.  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan pria yang disebut-sebut sebagai kandidat Kapolri itu sebagai tersangka. Ia diduga menerima suap terkait kasus Simulator pembuatan SIM tahun proyek 2011.

Budi Gunawan

Nama lain yang dijuluki sebagai ‘rising star’ di angkatannya adalah Budi Gunawan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Polda (Kapolda) Bali dengan pangkat Irjen. Lulusan terbaik Akpol 1983 ini menjadi orang pertama di angkatannya yang masuk ke kursi jenderal dengan menjadi Kapolda Jambi. Saat itu, banyak orang yang memaklumi kecemerlangannya. Budi Gunawan adalah bekas ajudan Megawati Soekarnoputri saat menjadi wapres.

Bintang Budi Gunawan bertambah dengan naiknya ia menjadi Kadivpropam Polri pada Maret 2010. Namun badai datang menghampiri Budi sekalipun tidak berurusan dengan KPK apalagi sebagai tersangka. Namun pemberitaan pada Juni 2010 terkait adanya rekening gendut milik Budi akan menjadi noda dalam karirnya yang tidak dimiliki rekan seangkatannya.

Nama Budi Gunawan dirumorkan ada dalam list sebagai jenderal pemilik rekening gendut dengan angkat mencapai Rp 95 miliar. Meski Mabes Polri telah membantah laporan tersebut, namun hingga kini suara-suara yang menyerukan pengusutan kasus rekening gendut masih saja terdengar. Isu ini sangat mungkin bisa menghambat laju karir Irjen Budi Gunawan.

Raja Erizman

embuka bintang lainnya adalah Brigjen Pol Raja Erizman. Alumni Akpol 1985 itu jenderal pertama di angkatannya. Namun jalan karirnya sepertinya tidak akan mulus mengingat kasus besar Gayus Tambunan yang melibatkan dirinya.  

Mantan Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim itu dituding menandatangani surat pembukaan pemblokiran atas rekening Rp 25 Miliar milik Gayus Tambunan pada November 2009. Pemblokiran dilakukan karena ada dugaan kasus penggelapan pajak dan money laundering.

Erizman tidak dijadikan tersangka dalam kasus pidana perkara tersebut. Majelis kode etik Polri memutus Erizman terbukti bersalah karena tidak melakukan pengawasan. Dia juga dinilai tidak melakukan pengendalian secara maksimal saat proses pembukaan blokir rekening Gayus.

Erizman pun harus minta maaf secara tertulis pada institusi Polri. Selain itu dia direkomendasikan untuk tidak bertugas di fungsi reserse dan tidak di satuan kewilayahan. Erizman kemudian ditempatkan sebagai staf ahli Kapolri. Lalu pada Februari 2012 lalu, dia mendapat posisi baru menjadi analis kebijakan utama bidang sosbud sahli Kapolri.

Djoko Susilo, Budi Gunawan dan Raja Erizman adalah calon-calon pimpinan masa depan Polri. Namun, entah kebetulan atau tidak, hampir semua jenderal polisi yang dianggap sosok ‘rising star’ selalu saja terbelit isu atau kasus yang mencederai citra mereka di mata publik.

Saat ini, jenderal ‘rising star’ yang tersisa mungkin hanya Brigjen Tito Karnavian. Ia mencapai bintang satu pada September 2009 dan menjadi yang pertama di angkatannya, Akpol 1987. Ia bahkan melompati angkatan 1986 yang pada saat itu, belum mengirimkan satupun wakilnya sebagai jenderal. Tito Karnavian saat yang membangun reputasi lewat Densus 88 menjadi pati bintang dua dengan menjadi salah satu Deputi di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia, 26 Oktober 1964 itu adalah perwira  yang berhasil membongkar jaringan teroris pimpinan Noordin Moch Top. Kombes Tito Karnavian naik pangkat menjadi Brigjen dan naik jabatan menjadi Kepala Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Tito Karnavian menggantikan Brigjen (Pol) Saut Usman Nasution. JP-1


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50364)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13451)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12782)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8008)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5328)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (4839)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (3988)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3943)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (3782)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3616)
Bedah JayaposKades Mekar Sari-Panimbang Diduga Manipulasi Data BSPS Kaum MiskinPadeglang, JAYAPOS - Sukarna Jaya, Kepala Desa Mekarsari, Kec Panimbang diduga memanipulasi data ...


Dana DAK Rehab, RKB dan Perpustakaan Sekolah Diduga Dipungli Hingga Ratusan Juta RupiahPerusakan Pagar Beton Diperintah Oleh TerdakwaPenggunaan Anggaran Pendidikan PAUD Mantan Pjs Mekar Jaya Diduga Tidak TransparanPungli di CV BB Travel Catut Nama Polres Penyidik Dilapor Ke Propam Polda KaltengPedestrian Merr-Kalidami Senilai Rp 3 Milyar Terkesan Asal JadiGalian C Desa Treman Kabupaten Minut Diduga Tidak Mengantongi IzinProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab
Laporan KhususWagub Berikan Jawaban pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi SumselPalembang, JAYAPOS -  Wakil Gubernur Suma­tera Selatan Ir H Ishak Mekki MM ...


Bupati OKI Minta Polisi Tindak Tegas Pembakaran LahanSrikandi Pasegeran Multi Peran di TMMDSembako Malam Disalurkan Kepada Warga Sasaran TMMD BanjarnegaraPeringatan Harganas XXV Tahun 2018, Bupati Irdinansyah Peroleh Tanda Kehormatan Manggala Karya KencaSuport Ibu-ibu Karanggondang Luar Biasa "Tak Ragu Langsir Material"Pemprov Jambi Dukung Pelestarian Olahraga Tradisional dan Liga SantriBerkah TMMD Bagi Pedagang Ternak