Selasa, 16 Januari 2018 - 07:35:21 WIB
TNI Peduli Atas Penderitaan Seorang Anak Kategori: Laporan Khusus - Dibaca: 152 kali

Baca Juga:Pemilik PT. Christalenta Utama KaburDana APBN 6,8 M , DPP LAPPAN Akan Laporkan Distan Kab Bantaeng ke KPKFoke Segera Hadiahi Warga Jakarta Jalan Layang Antasari-Blok MHari Bhakti Adhyaksa Tahun 2012 Momentum Guna Optimalisasi Penegak Hukum

Purwokerto, Jaya Pos

Pria Muhammad Dian berusia 10 tahun, penderita polio, putra dari ibu Mahyuni dan bapak Narto alias Narko warga RT 1 RW 5 Kelurahan Mersi Kecamatan Purwo­kerto Timur Kabupaten Banyumas, selama 10 tahun menderita.

Mengetahui nasib malang bocah itu lalu aparat TNI membawanya untuk menjalani pengobatan medis di Rumkit TK-III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto, Senin (8/1).

Bocah asala Purbalingga pada 1 September 2007 tersebut, awalnya lahir dengan kondisi sehat seperti anak-anak yang lain. Namun, pada usia 4 bulan setelah ia diberi imunisasi oleh salah satu RS yang menangani kelahirannya, ia mengalami panas demam dan kejang.

Mahyuni, ibu Pria Muhammad Dian, langsung membawanya ke RS, namun karena kondisi RS kelengkapannya belum memadai, dirujuk ke RS yang lebih memadai. Sama halnya dengan RS yang kedua sebagai RS rujukan di wilayah Purbalingga, anaknya kemudian dirujuk ke RS Margono Sukarjo Purwokerto.

Dari diagnosa RS Margono Sukarjo, anaknya harus dioperasi karena dari hasil CT Scan ada gangguan di fungsi motorik otak anaknya.
Mengingat tidak mempunyai biaya, sementara ia (ibu Mahyuni) dan anaknya belum memiliki kartu jaminan kesehatan maupun yang lainnya, mengurungkan niat untuk operasi anaknya. Ia hanya mampu mengobati anak rawat jalan walaupun harus mencari biaya kesana kemari.

Bertahun-tahun sudah penderitaan Pria Muhammad Dian, bocah seusianya yang sedang riang-riangnya belajar dan bermain bersama rekan-rekannya, terbaring lemah tak berdaya di pangkuan ibunya yang selalu setia menemani dan menghiburnya setiap hari.

Narto atau Narko panggilannya, adalah bapak sambung bocah ini yang kesehariannya mencari nafkah serabutan demi menghidupi keluarga barunya dengan mencari barang bekas dan menyambi sebagai tukang becak di seputaran bioskop Rajawali Purwokerto.

Demi menghidupi keluarga, ia rela mencari barang bekas sebagai pemulung di tempat ia mangkal sebagai tukang becak. Tak tanggung-tanggung, isterinya pun kerap membawa anaknya Pria Muhammad Dian turut serta memungut barang bekas di Bioskop Rajawali seusai bioskop berhenti memutar film. Bukan siang, namun tengah malam ia lakukan bersama isteri dan anaknya tersebut.

Sembari memomong Pria, anaknya di becaknya, ia dan ibu Mahyuni mencari tumpukan barang-barang bekas di pelataran bioskop. “Saya lakukan hal ini demi menghidupi keluarga,” ujar Narto alias Narko.

Dikatakan, ia bertemu ibu Mahyuni bersama anaknya dalam kondisi yang memprihatinkan. Suami ibu Mahyuni, meninggalkannya dan anaknya, dan sudah berkeluarga lagi di Purbalingga.

Diungkapkannya, ia sudah membina keluarga dengan ibu Mahyuni selama empat tahun, dan sebelum membina keluarga, anaknya sudah tidak dapat berbuat apa-apa, lumpuh karena polio.

Sementara ibu Mahyuni mengaku sudah berupaya maksimal untuk mengobati dan menyembuhkan anaknya, baik secara medis maupun alternative namun karena kondisi dan keluarga yang tidak mampu, akhirnya ia pasrah terhadap perkembangan kesehatan anaknya.

Diungkapkan, selama ini memang ada bantuan dari masyarakat ala sekadarnya. Namun demikian belum cukup untuk pengobatan anaknya.
Dengan melihat kondisi seperti yang diutarakan Narto alias Narko dan ibu Mahyuni, Danrem 071/Wk Kolonel Inf Suhardi mendengar informasi soal ada kesulitan yang dihadapi masyarakatnya, dan langsung terjun ke lapangan mencari kebenaran informasi tersebut.

Setelah mengetahui kebenaran informasi itu, Danrem 071/Wk langsung menunjuk RS TK-III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto untuk segera menangani bocah berusia 10 tahun tersebut untuk dilakukan pemeriksaan, pengobatan dan perawatan kesehatannya.

Hingga pada akhirnya, Senin (8/1) Pria Muhammad Dian, bocah penderita polio yang didiagnosa mengalami gangguan otak tersebut dibawa pihak RS untuk dilakukan tindakan.

Dandenkesyah 04.04.01 Purwokerto Letkol Ckm dr Rudi mengungkapkan, kondisi pasien sudah sangat memprihatinkan, namun pihaknya akan tetap berusaha dan berupaya memberikan yang terbaik.

Dikatakan, selama dua atau tiga hari ini, pasien Pria Muhammad Dian akan dirawat inap untuk menjalani perawatan dan pemeriksaan baik melalui fisioterapi ataupun pemeriksaan terhadap otaknya melalui ct scan.

“Melalui fisioterapi, agar pasien dapat melemaskan saraf-saraf motoriknya agar tidak terlalu kaku atau lemas. Secara perlahan dan pasti akan dilakukan berkesinambungan, baik dalam rawat inapnya maupun rawat jalannya nanti,” sebutnya.

“Pasien untuk sementara dirawat inap guna dilakukan pemeriksaan dan perawatan intensif dalam dua atau tiga hari untuk segera mengetahui kondisi kesehatan pasien, setelah itu dilakukan rawat jalan dengan melakukan fisioterapi seminggu dua kali hingga dinyatakan fungsi organ dan jaringan saraf pasien dapat merespon dengan baik”, bebernya.

Diungkapkan bahwa apa yang dilakukan atas prakarsa Danrem 071/Wk Kolonel Inf Suhardi, dan sebagai kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat sekeliling. (Jhon/Nas)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59098)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50956)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14259)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (14103)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13720)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13405)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13357)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12709)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8746)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8296)
Bedah JayaposKorban Kasus Akta Nikah Yang Diduga Palsu Melapor Ke Polda RiauPekanbaru, Jaya Pos Sehubungan dengan adanya laporan mengenai Akta Nikah diduga palsu yang dikeluarkan oleh ...


Selain Langgar Permendes No 19, Perangkat Desa Ciseureheun Juga Dobel JobKetua NCW Lahat Dapat Surat Balasan Terkait Dugaan Korupsi di PUPR Senilai Rp24 MRSI Siti Hajar Tidak Profesional Dalam Menangani PasienPolemik Pengiriman 2.493 Ton Zirkon Oleh PT Putraprima Mineral MandiriDiduga Gelapkan Dana Nasabah, PT PNM Unit Amurang Dilaporkan Ke Polda SulutMencuri Kabel Milik PT OKI Pulp and Papers Mills, Sarmadin Ditangkap PolisiMantan Camat Merapi Timur Diduga Terlibat Pembuatan Surat Tanah Fiktif
Laporan KhususDalam Tiga Bulan, Petani Cabai Bantaeng Bisa Raup Rp30 Juta Bantaeng, Jaya Pos Pengembangan inovasi pertanian terus dilakukan petani di Bantaeng. Salah satu yang sedang ...


KPU Gumas Gelar Rakor Penyusunan DPTB dan DPK Pemilu 2019Penilaian Dasawisma Aster II "Optimis Raih Juara"Fachrori: Kita Berupaya Maksimal Wujudkan Program Pembangunan 30 Ribu Massa Akan Ramaikan Gelaran Generasi Muda Cinta Lalu Lintas di Provinsi JambiFachrori Rapat Bersama Mentan Bicarakan Penguatan Harga Karet dan PanganHasil Evaluasi SAKIP Pemkab Gunung Mas Raih Predikat BPerbub Baru: Gaji PTT di Gumas Diatas UMK