Minggu, 10 Desember 2017 - 07:56:02 WIB
PT. MAJI Diduga Serobot Lahan Kelompok Tani Karya MandiriKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 175 kali

Baca Juga:Mengisi Kekosongan, Apan Sutarpan Lantik Dua Aparat DesaSertijab Camat SukaresmiKades Cianaga Giat MembangunTerkait PPDB TP 2012/2013, Unit Sekolah di Kota Bekasi Kewalahan

Jambi, Jaya Pos

PT. Maji (Mendahara Agrojaya Industry) diduga serobot lahan Kelompok Tani Karya Mandiri seluas sekitar 78 Ha di Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Lahan yang diklaim PT. Maji anak perusahaan PTPN VI wilayah Jambi – Sumbar itu sudah ditanami de­ngan kelapa sawit.

Ketua Kelompok Tani Karya Mandiri, Puji Siswanto, ketika diwawancarai Jaya Pos Rabu, (6/12) di Jambi, dengan tegas mengatakan bahwa perusahaan PT. Maji sudah melakukan kejahatan yang luar biasa.

Selain menyerobot lahan masyarakat, juga perusahaan tersebut diduga sudah melakukan tindak pidana dengan menanam kelapa sawit di luar HGU (Hak Guna Usaha). “PT. Maji sudah melakukan tindak kejahatan yang luar biasa, melanggar UU Perkebunan No. 39 Tahun 2014, terutama pasal 105, dan melanggar UU tentang Lingkungan Hidup,” ujar Puji Siswanto kepada Jaya Pos.

Menurut Puji Siswanto, permasalahan lahan ini sudah dilaporkan ke Polda Jambi, dan pihak BPN pun sudah turun ke lokasi dan menyatakan lahan tersebut bukan termasuk areal HGU PT. Maji, dan lahan tersebut adalah lahan masyarakat. “Setelah kasus ini kami laporkan ke Polda Jambi, BPN juga turun sudah beberapa kali dan menyatakan lahan yang sudah ditanami PT Maji itu adalah lahan masya­rakat,” tegas Puji.

Akibat dari laporan itu kemudian menurut Puji ada upaya mediasi antara pihak PT, Maji dengan Kelompok Tani Karya Mandiri, untuk mencari solusi penyelesaian masalah tersebut.

Dan akhirnya timbullah surat kesepakatan antara PT. Maji dengan Kelompok Tani Karya Mandiri yang ditandatangani pada 23 Oktober 2017, Pihak PT. Maji diwakili Manager SDM/Umum, Amir Arsyad Harahap, sedangkan dari pihak kelompok tani Karya Mandiri diwakili ketuanya Puji Siswannto.

Dalam surat kesepakatan tersebut kedua belah pihak sepakat bahwa tanah yang dituntut oleh Kelompok Tani Karya Mandiri adalah areal diluar HGU yang dimiliki oleh PT. Maji, sedangkan tanaman diatasnya adalah asset PT. Maji, namun kedua pihak sepakat tanaman diatas areal tersebut akan dimusnahkan.

Sedangkan tanah seluas sekitar 78 Ha akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan selanjutnya diserah terimakan kepada Kelompok Tani Karya Mandiri.

Namun menurut Puji Siswanto kesepakatan tersebut belum berjalan sebagaimana yang diharapkan karena lahan tersebut hingga kini belum diserah terimakan kepada Kelompok Tani Karya Mandiri. “Kalau memang pihak perusahaan tidak ada itikad baik, kami akan melaporkan hal ini kepada Menteri BUMN dan Menteri Keuangan, serta ke KPK dan pihak lain­nya,” pungkas Puji Siswanto. (Rizal/Mur)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (36289)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13333)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12712)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (7882)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5233)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (4465)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3806)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3546)Pengusaha Ayam Goreng Karawaci Rugi Rp 28 Juta (3471)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (3396)
Bedah JayaposKorupsi Di Disdik Jabar ? Asep Suhanggan : Saya Punya Saudara JaksaBANDUNG, JAYA POS – Dengan anggaran gemuk Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat rentan ...


Warga Desa Indrajaya Komplain Pengerjaan JalanProyek Baja Ringan SMPN 9 Purwakarta Diduga Asal-asalan, Disdik Segera Tegur PemborongPengawasan Dinas Lemah, Inspeksi Tanggul Urukan Pantai Kenjeran (Bronjong) Asal JadiProyek Rp 14 M Lebih Kawalan TP4D Kajati Kalteng Terindikasi Tak Sesuai KontrakProgram BSPS Tahun 2017, Diduga Langgar Peraturan Kemen PUPRProyek Irigasi Banda Usang Di Siguhung Terkesan AmburadulApotik Intan Farma Diduga Jual Obat Diatas HET, Imodium Dijual Rp 145 Ribu, Apotik Lain Rp 91 Ribu
Laporan KhususPT Semen Baturaja (Persero) Tbk. ...


Jelang Lebaran, Harga Stabil di Mendobarat dan MerawangPemkab Mojokerto Kembali Pertahankan Gelar WTPPT Inalum Bagikan Paket Sembako Gratis kepada WargaPelantikan Pejabat Tinggi Pratama Kabupaten Samosir DigelarBupati Dan Ketua TP- PKK Tanjab Barat, Bagikan Zakat MalPUBLIKASI KINERJA DINAS SOSIAL KABUPATEN BOGOR TAHUN 2018WTP Ke Enam Anugerah Terindah Bagi Kabupaten Tanah Datar