Sabtu, 09 Desember 2017 - 07:12:35 WIB
Peningkatan Jalan Kebonagung Kemangsen Menyimpang Kategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 258 kali

Baca Juga:Sertijab Camat SukaresmiKades Cianaga Giat MembangunTerkait PPDB TP 2012/2013, Unit Sekolah di Kota Bekasi KewalahanKerapian Parkir Kendaraan Perlu Menjadi Perhatian

Sidoarjo, Jaya Pos

Dengan nama lelang Peningkatan Jalan Kebonagung-Kemangsen bersumber dana DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun anggaran 2017 di instansi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, dengan pagu anggaran Rp 11.880.524.000 HPS Rp 11.880.524.000 nama pemenang PT Gentayu Cakra Wibowo (GCW) dengan nilai penawaran Rp 10.148.000.000 pada kategori pekerjaan kontruksi dalam pelaksanaan ditengarai bermasalah dan menyimpang.

Setidaknya itu yang diungkapkan Suryanto, Ketua LSM Komnas (Komunitas Nasionalis) saat ditemui Jaya Pos di kantornya yang tidak jauh dari lokasi pekerjaan, Kamis (7/12). Menurutnya pekerjaan ini sangat bermasalah dengan warga masyarakat sekitar dan pengguna jalan.

Pasalnya Cak Sur (sapaan akrabnya) mendapat banyak pengaduan dari warga masyarakat yang merasa sangat terganggu dan tidak nyaman terkait adanya pekerjaan yang dilaksanakan tanpa mengindahkan tata cara pembangunan jalan yang mengakibatkan keruwetan dan hambatan pada aktifitas warga desa Wilayut dan sekitarnya.

Masih menurut Suryanto, seharusnya kontraktor pelaksana melakukan rekayasa lalu lintas sebagaimana disepakati dalam kontrak dan itu juga ada anggaran yang dikeluarkan pemerintah (menggunakan uang rakyat) yang harss dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan faktuan. Jadi apabila kontraktor tidak melaksanakan pekerjaan pengaturan lalu lintas maka seharusnya tidak dicantumkan dalam kontrak kerja.

Dari hasil investigasi dan monitoring yang dilakukan Jaya Pos didampingi LSM WAR (Wadah Aspirasi Rakyat) menemukan beberapa indikasi pencurian yang dilakukan oleh pihak kontraktor PT Gentayu Cakra Wibowo yaitu dengan sengaja menghilangkan item pekerjaan rabat beton dibawah cor beton teee beam kemudian pekerjaan dewa tering juga tidak luput dari penjarahan yang dilakukan oleh kontraktor. Sementara konsultan pengawas tidak pernah ada di lapangan untuk melakukan tupoksinya.

Saat dikonfirmasi melalui telepon maupun pesan singkat SMS, konsultan sama sekali tidak ada tanggapan. Arif, Konsultan Pengawas hanya mengatakan “opo maneh sih mas saat ini saya sedang rapat evaluasi dengan Dinas PU, nanti apa yang menjadi temuan sampean saya sampaikan ke Yudhi Tetrahasto selaku Kabid Jalan dan Jembatan yang merupakan PPK dan orang yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan pada program kegiatan ini,” katanya.

Sementara yang bersangkutan dicoba untuk dihubungi guna konfirmasi, Yudhi mengatakan akan segera menegur kontraktor agar segera membenahi pekerjaannya yang diduga sengaja dihilangkan untuk mendapatkan keuntungan diluar batas kewajaran dengan cara melawan hokum.
Ketua LSM WAR Ir Didik Wahono SH MSi mengatakan, seharusnya konsultan pengawas setiap saat ada di lapangan.

“Kalau konsultan pengawas tidak berada di lapangan bagaimana cara konsultan membantu PPK untuk mengendalikan jalannya kegiatan baik secara kualitas maupun kuantitas? Itu sama saja konsultan makan gaji buta dan dapat dikatakan sengaja membiarkan kontraktor untuk berbuat curang sebagaimana ditaur dalam UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” sebut Bung Didik.(ZEIN)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (36288)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13333)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12712)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (7882)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5233)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (4465)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3806)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3546)Pengusaha Ayam Goreng Karawaci Rugi Rp 28 Juta (3471)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (3396)
Bedah JayaposKorupsi Di Disdik Jabar ? Asep Suhanggan : Saya Punya Saudara JaksaBANDUNG, JAYA POS – Dengan anggaran gemuk Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat rentan ...


Warga Desa Indrajaya Komplain Pengerjaan JalanProyek Baja Ringan SMPN 9 Purwakarta Diduga Asal-asalan, Disdik Segera Tegur PemborongPengawasan Dinas Lemah, Inspeksi Tanggul Urukan Pantai Kenjeran (Bronjong) Asal JadiProyek Rp 14 M Lebih Kawalan TP4D Kajati Kalteng Terindikasi Tak Sesuai KontrakProgram BSPS Tahun 2017, Diduga Langgar Peraturan Kemen PUPRProyek Irigasi Banda Usang Di Siguhung Terkesan AmburadulApotik Intan Farma Diduga Jual Obat Diatas HET, Imodium Dijual Rp 145 Ribu, Apotik Lain Rp 91 Ribu
Laporan KhususPT Semen Baturaja (Persero) Tbk. ...


Jelang Lebaran, Harga Stabil di Mendobarat dan MerawangPemkab Mojokerto Kembali Pertahankan Gelar WTPPT Inalum Bagikan Paket Sembako Gratis kepada WargaPelantikan Pejabat Tinggi Pratama Kabupaten Samosir DigelarBupati Dan Ketua TP- PKK Tanjab Barat, Bagikan Zakat MalPUBLIKASI KINERJA DINAS SOSIAL KABUPATEN BOGOR TAHUN 2018WTP Ke Enam Anugerah Terindah Bagi Kabupaten Tanah Datar