Sabtu, 09 Desember 2017 - 07:12:35 WIB
Peningkatan Jalan Kebonagung Kemangsen Menyimpang Kategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 110 kali

Baca Juga:Sertijab Camat SukaresmiKades Cianaga Giat MembangunTerkait PPDB TP 2012/2013, Unit Sekolah di Kota Bekasi KewalahanKerapian Parkir Kendaraan Perlu Menjadi Perhatian

Sidoarjo, Jaya Pos

Dengan nama lelang Peningkatan Jalan Kebonagung-Kemangsen bersumber dana DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun anggaran 2017 di instansi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, dengan pagu anggaran Rp 11.880.524.000 HPS Rp 11.880.524.000 nama pemenang PT Gentayu Cakra Wibowo (GCW) dengan nilai penawaran Rp 10.148.000.000 pada kategori pekerjaan kontruksi dalam pelaksanaan ditengarai bermasalah dan menyimpang.

Setidaknya itu yang diungkapkan Suryanto, Ketua LSM Komnas (Komunitas Nasionalis) saat ditemui Jaya Pos di kantornya yang tidak jauh dari lokasi pekerjaan, Kamis (7/12). Menurutnya pekerjaan ini sangat bermasalah dengan warga masyarakat sekitar dan pengguna jalan.

Pasalnya Cak Sur (sapaan akrabnya) mendapat banyak pengaduan dari warga masyarakat yang merasa sangat terganggu dan tidak nyaman terkait adanya pekerjaan yang dilaksanakan tanpa mengindahkan tata cara pembangunan jalan yang mengakibatkan keruwetan dan hambatan pada aktifitas warga desa Wilayut dan sekitarnya.

Masih menurut Suryanto, seharusnya kontraktor pelaksana melakukan rekayasa lalu lintas sebagaimana disepakati dalam kontrak dan itu juga ada anggaran yang dikeluarkan pemerintah (menggunakan uang rakyat) yang harss dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan faktuan. Jadi apabila kontraktor tidak melaksanakan pekerjaan pengaturan lalu lintas maka seharusnya tidak dicantumkan dalam kontrak kerja.

Dari hasil investigasi dan monitoring yang dilakukan Jaya Pos didampingi LSM WAR (Wadah Aspirasi Rakyat) menemukan beberapa indikasi pencurian yang dilakukan oleh pihak kontraktor PT Gentayu Cakra Wibowo yaitu dengan sengaja menghilangkan item pekerjaan rabat beton dibawah cor beton teee beam kemudian pekerjaan dewa tering juga tidak luput dari penjarahan yang dilakukan oleh kontraktor. Sementara konsultan pengawas tidak pernah ada di lapangan untuk melakukan tupoksinya.

Saat dikonfirmasi melalui telepon maupun pesan singkat SMS, konsultan sama sekali tidak ada tanggapan. Arif, Konsultan Pengawas hanya mengatakan “opo maneh sih mas saat ini saya sedang rapat evaluasi dengan Dinas PU, nanti apa yang menjadi temuan sampean saya sampaikan ke Yudhi Tetrahasto selaku Kabid Jalan dan Jembatan yang merupakan PPK dan orang yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan pada program kegiatan ini,” katanya.

Sementara yang bersangkutan dicoba untuk dihubungi guna konfirmasi, Yudhi mengatakan akan segera menegur kontraktor agar segera membenahi pekerjaannya yang diduga sengaja dihilangkan untuk mendapatkan keuntungan diluar batas kewajaran dengan cara melawan hokum.
Ketua LSM WAR Ir Didik Wahono SH MSi mengatakan, seharusnya konsultan pengawas setiap saat ada di lapangan.

“Kalau konsultan pengawas tidak berada di lapangan bagaimana cara konsultan membantu PPK untuk mengendalikan jalannya kegiatan baik secara kualitas maupun kuantitas? Itu sama saja konsultan makan gaji buta dan dapat dikatakan sengaja membiarkan kontraktor untuk berbuat curang sebagaimana ditaur dalam UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” sebut Bung Didik.(ZEIN)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerDinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (10070)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (3041)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (1853)Komentari Kasus e-KTP, Andar: Abraham Samad Itu 'Omdo' (1692)Pandangan Umum Fraksi PDIP, PAN, dan RNB Terhadap Nota Keuangan dan Raperda APBD Kota Depok TA 2018 (1116)Sutadi SH dan Oknum Polres Ketapang Diduga Bobol Rumah Walet Milik Akim (997)PT Jembatan Nusantara Melakukan Pembohongan Terhadap Pelamar Pekerjaan (846)10,8 Miliar Proyek Pembangunan Jembatan Ulim Dikerjakan Asal Jadi (586)Endorsement Operational Level Untuk Kelas III dan IV Merugikan Pelaut (540)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (504)
Bedah JayaposPT MRIA Harus Bertanggung Dalam Kasus Yang Menyeret Danyon Zipur 8 SMG Jadi TersangkaMakassar, Jaya Pos Kasus keterlibatan Danyon Zipur 8 SMG yang terlibat dalam peledakan bukit (blasting), ...


Proyek Rehabilitasi Jembatan Terkesan Asal Jadi, BPKP Diminta Turun TanganPengusaha Nakal Berkeliaran Memburuh Proyek Di Kabupaten DharmasrayaSoal Kasus Lampu Jalan di Maros, Kompolnas Minta Klarifikasi Kepada Kapolri10,8 Miliar Proyek Pembangunan Jembatan Ulim Dikerjakan Asal JadiAPBDes Katimoho Terindikasi DikorupsiBendungan Karalloe Senilai 518 M Tidak Selesai PPK dan Kontraktor Enggan KomentarTangani Sengketa Tanah Damang Tewah Turun Lapangan
Laporan KhususPerantau Asal Samosir Merintis Obyek Wisata di KampungSamosir, Jaya Pos Sejak dicanangkan oleh Presiden Jokowi bahwa Samosir adalah salah satu tempat kunjungan ...


TNI Peduli Atas Penderitaan Seorang Anak BOB Berikan Bantuan Mesin Pengolah Pakan Ikan Kepada Warga Desa KasikanDPRD Muba Sambut Baik Inisiatif Pemkab MubaPemkab Muba Sampaikan Raperda Tentang Pinjaman Daerah Kepada DPRDDinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Depok Gelar Workshop B2SAMemperkenalkan Lebih Dini Budaya Batak Pada Anak-Anak Melalui Natal STM SarohaWaiting List Keberangkatan Jamaah Haji Kabupaten Ciamis Sudah Mencapai 2030