Selasa, 24 Juli 2012 - 07:07:54 WIB
Satpas SIM Colombo Surabaya Rawan CaloKategori: Jawa Timur - Dibaca: 674 kali

Baca Juga:Pembangunan Puskesmas Cisayong TerbengkalaiPolres Pemkot Cimahi Musnahkan 1.050 Botol Miras dan 250 Liter TuakDugaan Korupsi, Bupati Simalungun DR JR Saragih DidemoSimpan Ecstasy Satrio Purwanto Diadili

Surabaya, Jaya Pos

Satuan Penertib Administrasi (Satpas) SIM Colombo Surabaya rawan calo bergentayangan. Padahal, di lokasi tersebut sudah terpampang tulisan anti calo dan juga pengetatan pengawasan petugas yang berjaga-jaga di depan pintu gerbang masuk kantor pengurusan SIM.
Untuk diketahui, banyak calo di luar kantor Satpas Colombo menawarkan jasa kepada setiap orang pemohon SIM baru yang tidak lulus melakukan ujian awal untuk teori.

Pengawasan yang dilakukan para petugas jaga di luar kantor Satpas Colombo dinilai sangat kurang optimal, sehingga para calo leluasa dan punya kesempatan bergentayangan mencari pemohon SIM yang dinyatakan tidak lulus oleh petugas. Dan, disinyalir para petugas tutup mata terhadap keberadaan para calo yang ada di luar.

Ironisnya, diduga antara calo dengan petugas ada kerja sama dengan cara melalui ponsel agar kiranya pemohon SIM yang dinyatakan tidak lulus tersebut bisa mengulangi ujian teori ulang dan langsung dinyatakan lulus serta langsung bisa foto.

Pelayanan publik yang dilakukan oleh pihak Satpas SIM Colombo Surabaya terhadap pemohon SIM sungguh sangat meresahkan, khususnya bagi warga  Surabaya yang ingin memiliki SIM baru. Apalagi, akhir-akhir ini di kota Surabaya sering digelar operasi lalu lintas di jalan raya, sehingga banyak masyarakat mengurus SIM baru, namun justru sebaliknya masyarakat sulit untuk mendapatkan identitas pengendara.

Seperti penuturan salah satu pemohon SIM baru A/C, sebut saja namanya Ew. Pemohon ini sangat kecewa atas pelayanan yang ada di kantor Satpas Colombo. Pasalnya, menurutnya, setelah mengikuti ujian teori dinyatakan tidak lulus. Begitu keluar meninggalkan kantor tersebut, dirinya langsung disambut para calo yang ada di luar untuk menawarkan jasanya agar bisa diuruskan kembali SIM barunya.

Untuk jasanya itu, calo meminta Ew menyediakan uang sekitar Rp 650 ribu untuk pembuatan SIM A/C. “Saya sangat kecewa sekali mas dengan pelayanan Satpas Colombo SIM di Surabaya. Harapan saya datang untuk mengurus SIM baru bisa menjalani ujian teori dengan baik dan ternyata ujian teori saya dinyatakan tidak lulus oleh petugas,” ujarnya.

Namun anehnya, kata dia, di luar kantor Satpas Colombo banyak calo menawarkan jasanya, dengan melambai-lambaikan tanganya datang menghampirinya. “Gak lulus ya mas, mana surat ujian gak lulusnya, mari mas tak urus ya kembali,” katanya menirukan ucapan calo.

Sungguh sangat ironis sekali pelayanan yang semestinya sangat mudah untuk mendapatkan identitas pengemudi SIM baru justru malah sebaliknya, masyarakat khususnya warga kota Surabaya dibuat pusing tujuh keliling karena harus bolak-balik ke kantor Satpas Colombo.

Sikap dan kepedulian serta kesadaran masyarakat untuk pengurusan SIM baru sudah dilakukan, seharusnya masyarakat bisa dilayani dan dipermudah dalam hal pengurusan SIM, akan tetapi kenyataanya banyak masyarakat yang sangat kecewa dengan pelayanan di jajaran ke polisian khususnya dalam hal pembuatan SIM baru yang ada di kota Surabaya.Lud/Har/A6


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59697)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52368)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51549)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15039)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14304)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14131)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13849)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13356)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12385)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9325)
Bedah JayaposKasus Tanah Kas Desa RancaudikSubang, Jaya Pos Sejak berlakunya regulasi Otonomi Desa, selain melahirkan hikmah juga mengundang masalah. ...


Terkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RABDenpom Pekanbaru Menertibkan Perjudian di TapungKades Sinamanenek Diduga Merugikan Warganya
Laporan KhususKetua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliBaturaja, Jaya Pos Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Purwadi SP ...


Polsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik50 Anggota DPRD Subang Periode 2019-2024 DilantikSrikandi Baru Terpilih dan Dilantik dari Dapil II