Kamis, 19 Oktober 2017 - 07:38:43 WIB
Kades Stroke, BPD Pertanyakan Sikap Bupati SubangKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 210 kali

Baca Juga:Dispenda Samsat Rancaekek Tiingkatkan PelayananSMK Darul Ulum Lemah Ayu Lakukan Terobosan Pendidikan InovatifRehab Empat SDN di Kecamatan Wonoayu Berjalan LancarPeresmian Kantor dan Launching e-KTP Kec Bunguran Timur Layani Masyarakat Secara Profesional

Desakan warga ini murni guna menciptakan kondusifitas pemerintahan dalam pelayanan
terhadap warga dan tegaknya undang-undang.

Subang, Jaya Pos

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kihiyang Kecamatan Binong Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat mendapat desakan warga, agar mempertanyakan sikap Bupati Subang Hj Imas Aryumningsih terkait keberadaan Kades Kihiyang Mirta Leo yang nyata-nyata dalam kondisi sakit stroke, sehingga tidak bisa melaksanakan tugas sehari-hari secara optimal.

Salah seorang anggota BPD Maryadi mengatakan, . “Sama sekali tidak ada unsur politis. Desakan warga ini merupakan aspirasi yang memang berkembang di tengah masyarakat,” katanya.

Masih menurutnya, Mirta Leo sudah lebih dari enam bulan menderita sakit stroke. Persisnya setahun setelah dilantik pada Juni 2013 lalu menderita sakit, sehingga harus menggunakan alat bantu kursi roda ketika sesekali berangkat ngantor ke desa.

Maryadi memaparkan, bila merujuk Perda No 4 tahun 2015, tentang Desa Jo Psl 111 ayat (1) disebutkan kepala desa berhenti karena; meninggal dunia, permintaan sendiri atau diberhentikan. Kemudian pada ayat (2) point (b) dijelaskan, kepala desa diberhentikan tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap secara berturut-turut selama 6 bulan. Point (c) Kades bisa diberhentikan karena tidak lagi memenuhi syarat, diantaranya tidak sehat jasmani. “Nah, pak Kades Mirta Leo ini sudah lebih dari enam bulan menderita sakit stroke, tapi kami tidak bisa memastikan apakah keberadaan kepala desa kami ini termasuk dalam regulasi itu atau tidak,” ucapnya.

Sudah lama persoalan ini bergulir, sehingga kadang kala menimbulkan friksi dan suasana agak memanas. “Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan, kami selaku BPD berharap pihak pemkab segera mengambil langkah antisipatif, agar roda pemerintahan Desa Kihiyang kondusif dan cepat berkembang,” pinta Ukar.

Ketua BPD Kihiyang Tatang Arifin SSos MM ketika dihubungi membenarkan bila kondisi kepala desanya telah lama sakit stroke, bahkan pihaknya mengaku sudah berkali-kali melayangkan surat kepada Bupati Subang, inti­nya meminta segera menurunkan tim dokter untuk memeriksa kesehatan Mirta Leo, namun hingga kini belum juga direspon.

Menurut Tatang hingga saat ini pihaknya belum bisa mengambil langkah lebih jauh, karena masih menunggu Tim Investigasi dari tingkat kabupaten yang akan terjun ke lapangan, seperti Irda, Bagian Pemerintahan Setda Kab Subang, serta instansi terkait lainnya.

Aktifis Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara-RI (LPPN-RI) Kabupaten Subang-Purwakarta Wahyudin, saat dimintai tanggapannya, (9/10) mempertanyakan, selama ini aparat pembina dan pengawas penyelenggaraan pemerintahan desa kemana saja.

Di saat kondisi seperti itu yang sudah berlangsung relatif cukup lama, aparat dimaksud terkesan kurang mampu menyikapi dan mendeteksi dinamika yang berkembang, seperti berlangsungnya roda pemerintahan, penegakan aturan atau terhadap situasi yang berkembang di tengah masyarakat. (@bh/Esuh)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (56693)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50758)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14046)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13533)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13198)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12479)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8520)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (7343)Sudah 4 Bulan Pegawai Kejaksaan RI Tidak Dapat Dana Remunerasi (6453)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (6252)
Bedah JayaposDiduga Libatkan Oknum Dewan, Penegak Hukum Diminta Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Dana PokirSubang, Jaya Pos Terkait kasus dugaan bancakan dana pokok-pokok pikiran (Pokir), dulu populer disebut dana ...


BPN Labuhanbatu Diduga Ada Main Dengan PT. CSR, Terkait Luas ArealDinas PUPR Kab Sidoarjo Bidang Pengairan Diduga Lakukan Mark Up (Bagian 2)Lanjutan Peningkatan Jalan Jatake -Binong Diduga Beraroma KorupsiBelum Setahun, Jalan Tewah-Tumbang Miri Senilai 80 Miliar Sudah Rusak ParahKontrak Kerja Sudah Habis Pengerjaan Puskesmas Palembayan Masih LanjutDiduga Terlibat Proyek, LSM Penjara Desak KKP Periksa Sejumlah Anggota DPRD Kota ManadoCV Linang Jaya Diduga Kirim Material Tak Sesuai RAB Ke 30 Penerima Program RTLH Di Desa Labuan
Laporan KhususJalan Rusak Akibat Proyek Tol Sudah Mulus KembaliKayuagung, Jaya Pos Sejumlah ruas jalan di Kota Kayuagung yang rusak akibat mobilisasi kendaraan tonase ...


Perayaan Natal Bersama Oleh Gereja-Gereja Tambusai Utara-RohulDi HUT Ke-44 Semen Baturaja Semakin Peduli Lingkungan Kumpulan Silahi Sabungan Rayakan Ulang Tahun Ke 24 Kodam IV Diponegoro Kembali Sapu Bersih Juara Dalam TMMD ke 103 Tahun 2018Desa Kendalrejo Gunakan Dana Desa Untuk Tingkatkan PembangunanAPBD Tanah Datar 2019 DisepakatiHari Jadi Bantaeng Ke-764 Gubernur Sulsel Bantu Bantaeng 26 M