Kamis, 19 Oktober 2017 - 07:38:43 WIB
Kades Stroke, BPD Pertanyakan Sikap Bupati SubangKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 136 kali

Baca Juga:Dispenda Samsat Rancaekek Tiingkatkan PelayananSMK Darul Ulum Lemah Ayu Lakukan Terobosan Pendidikan InovatifRehab Empat SDN di Kecamatan Wonoayu Berjalan LancarPeresmian Kantor dan Launching e-KTP Kec Bunguran Timur Layani Masyarakat Secara Profesional

Desakan warga ini murni guna menciptakan kondusifitas pemerintahan dalam pelayanan
terhadap warga dan tegaknya undang-undang.

Subang, Jaya Pos

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kihiyang Kecamatan Binong Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat mendapat desakan warga, agar mempertanyakan sikap Bupati Subang Hj Imas Aryumningsih terkait keberadaan Kades Kihiyang Mirta Leo yang nyata-nyata dalam kondisi sakit stroke, sehingga tidak bisa melaksanakan tugas sehari-hari secara optimal.

Salah seorang anggota BPD Maryadi mengatakan, . “Sama sekali tidak ada unsur politis. Desakan warga ini merupakan aspirasi yang memang berkembang di tengah masyarakat,” katanya.

Masih menurutnya, Mirta Leo sudah lebih dari enam bulan menderita sakit stroke. Persisnya setahun setelah dilantik pada Juni 2013 lalu menderita sakit, sehingga harus menggunakan alat bantu kursi roda ketika sesekali berangkat ngantor ke desa.

Maryadi memaparkan, bila merujuk Perda No 4 tahun 2015, tentang Desa Jo Psl 111 ayat (1) disebutkan kepala desa berhenti karena; meninggal dunia, permintaan sendiri atau diberhentikan. Kemudian pada ayat (2) point (b) dijelaskan, kepala desa diberhentikan tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap secara berturut-turut selama 6 bulan. Point (c) Kades bisa diberhentikan karena tidak lagi memenuhi syarat, diantaranya tidak sehat jasmani. “Nah, pak Kades Mirta Leo ini sudah lebih dari enam bulan menderita sakit stroke, tapi kami tidak bisa memastikan apakah keberadaan kepala desa kami ini termasuk dalam regulasi itu atau tidak,” ucapnya.

Sudah lama persoalan ini bergulir, sehingga kadang kala menimbulkan friksi dan suasana agak memanas. “Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan, kami selaku BPD berharap pihak pemkab segera mengambil langkah antisipatif, agar roda pemerintahan Desa Kihiyang kondusif dan cepat berkembang,” pinta Ukar.

Ketua BPD Kihiyang Tatang Arifin SSos MM ketika dihubungi membenarkan bila kondisi kepala desanya telah lama sakit stroke, bahkan pihaknya mengaku sudah berkali-kali melayangkan surat kepada Bupati Subang, inti­nya meminta segera menurunkan tim dokter untuk memeriksa kesehatan Mirta Leo, namun hingga kini belum juga direspon.

Menurut Tatang hingga saat ini pihaknya belum bisa mengambil langkah lebih jauh, karena masih menunggu Tim Investigasi dari tingkat kabupaten yang akan terjun ke lapangan, seperti Irda, Bagian Pemerintahan Setda Kab Subang, serta instansi terkait lainnya.

Aktifis Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara-RI (LPPN-RI) Kabupaten Subang-Purwakarta Wahyudin, saat dimintai tanggapannya, (9/10) mempertanyakan, selama ini aparat pembina dan pengawas penyelenggaraan pemerintahan desa kemana saja.

Di saat kondisi seperti itu yang sudah berlangsung relatif cukup lama, aparat dimaksud terkesan kurang mampu menyikapi dan mendeteksi dinamika yang berkembang, seperti berlangsungnya roda pemerintahan, penegakan aturan atau terhadap situasi yang berkembang di tengah masyarakat. (@bh/Esuh)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (36291)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13334)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12712)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (7882)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5233)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (4466)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3806)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3546)Pengusaha Ayam Goreng Karawaci Rugi Rp 28 Juta (3471)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (3396)
Bedah JayaposKorupsi Di Disdik Jabar ? Asep Suhanggan : Saya Punya Saudara JaksaBANDUNG, JAYA POS – Dengan anggaran gemuk Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat rentan ...


Warga Desa Indrajaya Komplain Pengerjaan JalanProyek Baja Ringan SMPN 9 Purwakarta Diduga Asal-asalan, Disdik Segera Tegur PemborongPengawasan Dinas Lemah, Inspeksi Tanggul Urukan Pantai Kenjeran (Bronjong) Asal JadiProyek Rp 14 M Lebih Kawalan TP4D Kajati Kalteng Terindikasi Tak Sesuai KontrakProgram BSPS Tahun 2017, Diduga Langgar Peraturan Kemen PUPRProyek Irigasi Banda Usang Di Siguhung Terkesan AmburadulApotik Intan Farma Diduga Jual Obat Diatas HET, Imodium Dijual Rp 145 Ribu, Apotik Lain Rp 91 Ribu
Laporan KhususPT Semen Baturaja (Persero) Tbk. ...


Jelang Lebaran, Harga Stabil di Mendobarat dan MerawangPemkab Mojokerto Kembali Pertahankan Gelar WTPPT Inalum Bagikan Paket Sembako Gratis kepada WargaPelantikan Pejabat Tinggi Pratama Kabupaten Samosir DigelarBupati Dan Ketua TP- PKK Tanjab Barat, Bagikan Zakat MalPUBLIKASI KINERJA DINAS SOSIAL KABUPATEN BOGOR TAHUN 2018WTP Ke Enam Anugerah Terindah Bagi Kabupaten Tanah Datar