Senin, 04 September 2017 - 05:28:19 WIB
Saat Sidang Paripurna, OPD Kota Bukittinggi Terkesan Lecehkan DPRD Kategori: Sumatera Barat - Dibaca: 65 kali

Baca Juga:Pembangunan di Kabupaten Simalungun Jalan di Tempat, Bupati Lebih Mementingkan Pribadi dan Kroninya192 Anak-Anak Disunat MassalTahun 2013, Tolitoli Gunakan KTP Elektronik, Jangan DipersulitJalinsum di Kilang Papan Sedang Diperlebar

Bukittinggi, Jaya Pos

DPRD Kota Bukittinggi berjanji akan memberikan sanksi terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bukittinggi jika kehadirannya dalam sidang Paripurna DPRD hanya mencapai kurang dari 80 persen.

Demikian Wakil Ketua Dewan Yontrimansyah SE menegaskan, sehingga sidang ditunda sampai adanya kesepakatan. Hal tersebut akibat OPD selama ini terkesan lecehkan lembaga DPRD dalam sidang paripurna, sehingga Ketua DPRD dan unsur pimpinan “kesal” atas sikap OPD yang tidak menghargai lembaga legislatif itu.

Luar biasa memang, pihak eksekutif melecehkan lembaga legislatif. Itu dibuktikan dalam kegiatan agenda Sidang Paripurna DPRD, banyak Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) yang tidak hadir, bahkan yang hadir hanya diwakilikan oleh staf, kasie dan kabid, sehingga Ketua DPRD Beny Yusrial SSos meradang dan anggota dewan lain yang hadir dibuat kesal.

Hal tersebut terlihat dari raut wajah dan ekspresi ketua dan anggota dewan yang hadir dalam gedung DPRD yang disaksikan banyak wartawan saat meliput kegiatan sidang paripurna, pada Jum’at (25/8), membahas anggaran perubahan APBD 2017.

Sebelum sidang dimulai, tampak ekspresi Ketua DPRD Beny Yusrial kesal sembari mengecek absensi kehadiran peserta sidang yang ternyata lebih didominiasi SOPD yang tidak h­adir. “Pada sidang paripurna anggaran perubahan APBD 2017 sangat penting dan perlu menghadirkan OPD nya, apalagi terkait dengan penyertaan modal terhadap sebuah lembaga PDAM, adalah sangat penting kehadiran pihak yang mempunyai kebijakan, namun yang bersangkutan tidak hadir,” ujarnya sewot.

Sehingga dengan kejadian ini, menurut dia, lembaga legislatif terkesan tidak dihargai dan dianggap sepele. “Hal ini menjadi catatan penting bagi DPRD,” jelas Beny ketika menjawab pertanyaan wartawan.

Dari pengecekan absensi yang dilakukan oleh Ketua DPRD, sebanyak 21 OPD yang tidah hadir dari 29 OPD yang ada. Ironinya, kehadiran dari jajaran ‘rumah bagonjong’ hanya diwakilkan kepada kasie, kabid, dan stafnya. “Bahkan OPD yang bersangkutan lebih mementingkan kegiatan seremonial daripada menghadiri sidang dewan,” ulas Beny politisi Partai Gerindra ini.

Beny Yusrial pun merinci daftar OPD yang tidak peduli atas kehadiran di sidang paripurna DPRD, yakni Ka PDAM, Asisten I dan III, Kadispora, Kadis Satpol PP, Kadisdukcapil, dan BPBD. “Undangan yang dilayangkan sekretariat dewan merupakan agenda yang sangat penting karena terkait dengan belanja modal yang harus dibahas,” jelas Beny.

Semenara itu, Walikota melalui Wakil Walikota H Irwandi SH yang hadir pada kesempatan itu hanya memberikan jawaban atas pandangan fraksi, dan menepis adanya unsur kesengajaan OPD tidak menghadiri sidang. “Kebetulan semua jajaran bertugas keluar kota, dan keluar daerah, bahkan ada yang mengikuti asesmen, sehingga tidak ada niat untuk melecehkan lembaga DPRD,” katanya membela. (YET/ZKM)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (121536)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (90928)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (63152)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (50511)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (45783)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (45603)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (37450)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (32911)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (31606)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (24032)
Bedah JayaposKades Stroke, BPD Pertanyakan Sikap Bupati SubangDesakan warga ini murni guna menciptakan kondusifitas pemerintahan dalam pelayanan terhadap warga dan ...


Tutupi Indikasi Persekongkolan Tender, ULP Ketapang Manipulasi Data?Pelaksanaan 2 Proyek Bandara Kuala Kurun, Diduga Tidak Sesuai Kontrak445 Mesin Parkir Jadi Mubazir, Ada Politik Dibalik Pengadaan ?Peningkatan Jalan Coban Blimbing-Wonosari Diduga Asal JadiHasil Kerjaan Amburadul Tanpa Referensi Dan Kemampuan Dasar PT Nasrip Indonesia Menang 3 PaketKanwil DJBC Riau dan Sumbar Musnahkan Barang Selundupan Senilai Rp13 M LebihDiduga Kongkalikong Antara Kontraktor dan Pejabat PU di Proyek Rigit Beton 6 M
Laporan KhususBerhasil Kendalikan Kaki Gajah Depok Raih PenghargaanDepok, Jaya Pos Pemerintah Kota (Pemkot) Depok meraih penghargaan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia ...


Tahapan Seleksi Sekda Memasuki Penulisan MakalahBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Tahun 2017Ketua Dewan Pimpin Paripurna Istimewa APBD-P 2017Inovasi Disbun Jatim Untuk Petani KakaoHUT Kabupaten Natuna Bupati Berikan Penghargaan Pada PegawaiJaksa Pangkalpinang Masuk SekolahPDAM Kab Melawi Peroleh Predikat WTP