Senin, 14 Agustus 2017 - 05:48:51 WIB
Disdik Dan Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur, Menggelar Halal Bihalal Bersama Bupati PasurKategori: Pendidikan - Dibaca: 123 kali

Baca Juga:Kasus Korupsi Pengadaan Al-Quran Nazar di Tubuh BeringinPendana Kaos Bonaran Situmeang Menang Proyek Rp 4,3 MBupati Boul Ditangkap KPK Bidik Pembina DemokratKPUD dan Walikota Berebut Kursi Sekretaris KPUD

Pasuruan, Jaya Pos

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pasuruan, Dinas Pendidikan dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, menggelar halal bihalal bersama Bupati Pasuruan, di Amphiteater Taman Chandra Wilwatikta Pandaan, Rabu (26/07/2017) malam.

Acara tersebut dihadiri Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Ny Lulis Irsyad Yusuf, Ketua PGRI Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur di Pasuruan, Ny Indah Yudiani, para alim ulama, dan puluhan ribu guru yang berasal dari 7 kecamatan yang tergabung dalam Korwil Pandaan.

Dari pantauan Jaya Pos, tak ada satupun para guru yang meninggalkan acara mulai awal hingga akhir. Mereka betul-betul menikmati seluruh rangkaian acara, utamanya mendengarkan pengarahan yang disampaikan langsung oleh Bupati Irsyad dan hiburan Charlie Van Houten, vokalis Setia Band atau yang popular dengan sebutan Charlie ST 12.

Didik Suriyanto selaku Ketua Panitia Penyelenggara menjelaskan, puluhan ribu anggota PGRI yang hadir dalam halal bi halal kali ini berasal dari Korwil Pandaan, diantaranya dari PC PGRI Kecamatan Prigen, Purwodadi, Pandaan, Purwosari, Sukorejo, dan kecamatan lain di Kabupaten Pasuruan.

Banyaknya jumlah anggota yang hadir tak lepas dari kekompakan seluruh pengurus dan anggota PGRI se-Kabupaten Pasuruan dalam hal apapun.
“Kebetulan momennya masih dalam bulan Syawal meskipun di penghujung. Tapi Alhamdulillah jumlah yang hadir sesuai dengan harapan kami. Maka dari itu yang sangat berterima kasih untuk seluruh guru dan anggota PGRI Kabupaten Pasuruan yang datang, bahkan membawa putra putri mereka semua,” ujar Didik, di sela-sela acara.

Lain halnya, Ketua PGRI Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi mengatakan, tujuan diselenggarakannya halal bi halal tak lain sebagai wadah untuk mempertemukan seluruh pengurus dan anggota PGRI, baik di masing-masing Korwil maupun PGRI se-Kabupaten Pasuruan, disamping sebagai bagian dari upaya mempererat tali silaturrahmi anggota PGRI.

“PGRI adalah wadah para guru dalam membahas apapun yang berkaitan dengan kepentingan guru dan murid. Halal bi halal ini sebagai salah satu momen tepat dalam rangka mengajak semua guru untuk mendengarkan secara seksama pengarahan yang disampaikan langsung oleh Gus Irsyad,” kata Iswahyudi di hadapan ribuan guru yang hadir.

Masih menurut Iswahyudi, seorang guru saat ini memiliki tugas dan fungsi yang banyak. Diantaranya meningkatkan komitmen dan loyalitas terhadap tupoksinya, menanamkan profesionalitas layanan terhadap kebutuhan siswa, sampai dengan memanfaatkan TPP (Tunjangan Profesi Pendidik) untuk profesionalisme kerja sebagai seorang tenaga pengajar. Kata Iswahyudi, khusus bagi guru yang telah mengajar minimal 18 tahun akan menerima kemudahan dalam peningkatan pangkat.

“Untuk pengembangan diri akan kami permudah, contohnya saja dari IV A naik ke IV B, kemudian dari III ke III B dan seterusnya. Maka dari itu yang perlu dilakukan adalah terus meningkatkan profesionalisme mengajar dan mencetak generasi bangsa yang mumpuni dan membanggakan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf dalam sambutannya menekankan akan beberapa hal, diantaranya kedisplinan guru, sertifikasi, pemerataan guru, serta perlindungan hukum untuk seluruh tenaga pendidik.

“Saya menghimbau agar kedisiplinan guru terus ditingkatkan, baik kehadiran di lembaganya maupun pada proses kegiatan pembelajaran. Juga masalah sertifikasi, tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan guru, sehingga saya berharap juga diikuti dengan peningkatan kualitas mutu pelayanannya,” ucap Irsyad saat membuka konferensi tersebut.

Selain masalah di atas, Irsyad juga menegaskan akan terus memperjuangkan nasib dan kesejahteraan para guru, khususnya guru sokwan maupun guru yang berstatus K2. Seperti tahun 2017, di mana anggaran sebesar Rp 4 milyar telah digelontorkan untuk memberikan perhatian kepada para guru sukwan. Total ada 3.215 guru sukwan yang insentifnya dicairkan sebelum hari raya, beberapa minggu lalu.

Pencairan insentif guru sokwan sekarang ini merupakan termin pertama tahun 2017. Besarannya bervariasi karena tergantung lamanya masa mengabdi. Ada yang Rp 100 ribu hingga Rp 650 ribu. Ini semua tak lain sebagai bagian dari usaha kami akan nasib para guru di Kabupaten Pasuruan.

Bahkan, secara tegas Gus Irsyad selalu menandatangani surat, permohonan maupun hal apapun yang ada kaitannya dengan peningkatan kesejahteraan guru dan pendidikan di Kabupaten Pasuruan.

“Tak perlu saya lihat nota dinas atau apapun, langsung saya tanda tangani begitu saya melihat kebutuhan atau hal yang menyangkut kemajuan pendidikan di Kabupaten Pasuruan. Yang paling penting adalah saya mohon doa agar terus amanah dalam memimpin Kabupaten Pasuruan, karena pendidikan adalah salah satu prioritas pembangunan yang harus terus saya perhatikan,” ucap Irsyad diikuti tepukan tangan puluhan ribu undangan yang memenuhi amphitheater kebanggaan masyarakat Jawa Timur itu. (A.za/Wio)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (121376)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (90824)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (59226)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (49752)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (45722)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (45277)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (37348)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (32799)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (31465)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (23822)
Bedah JayaposPT Karya Res Lisbet Mineral Diduga Loloskan Circon Ilegal Gunakan Dokumen AspalPT Karya ResLisbet Mineral ini, diduga telah menyalahgunakan dokumen pertambangan, karena beroperasi ...


15 Paket Proyek T.A 2017 Di Ketapang Terindikasi Persekongkolan TenderDianggap Tidak Berfungsi, Nama TP4D Kejati Sulsel Dihapus Dari Papan Proyek100 M Dana APBD Katingan di Bank BTN Raib?26 M Bangun Peningkatan Puskesmas/RSU di Kec. Merlung Dinilai MubazirEmpat Perusahan Siap Cairkan Uang Proyek Spandek Tanpa TenderPeningkatan Jalan Kp.Gardu-Kp.Cibayana Kab.Tangerang Diduga Tak Sesuai RabProyek Perbaikan Atap dan Interior Dinas PKPP Provinsi Sulsel Diduga Sarat Kongkalikong
Laporan KhususEnam Kali WTP, Kabupaten OKI Terima Penghargaan dari Presiden Kayuagung, Jaya Pos Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian ...


Idris Abdul Somad : Alhamdulillah Depok Kembali Meraih Penghargaan dari PresidenWakil Bupati Natuna Hadiri Wisuda ke IV TPQ Desa SepempangFery Pemda Natuna Tiba di Pelabuhan PenagiPengamen Jalanan Menjamur di Kota CiamisRadio Smooth FM Ajukan Permohonan Perpanjangan Izin SiaranPemkot Depok Berikan Bantuan Langsung Kepada 457 RTLHBupati Pastikan Proyek Rp 17,9 M Lancar