Senin, 14 Agustus 2017 - 05:48:51 WIB
Disdik Dan Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur, Menggelar Halal Bihalal Bersama Bupati PasurKategori: Pendidikan - Dibaca: 98 kali

Baca Juga:Kasus Korupsi Pengadaan Al-Quran Nazar di Tubuh BeringinPendana Kaos Bonaran Situmeang Menang Proyek Rp 4,3 MBupati Boul Ditangkap KPK Bidik Pembina DemokratKPUD dan Walikota Berebut Kursi Sekretaris KPUD

Pasuruan, Jaya Pos

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pasuruan, Dinas Pendidikan dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, menggelar halal bihalal bersama Bupati Pasuruan, di Amphiteater Taman Chandra Wilwatikta Pandaan, Rabu (26/07/2017) malam.

Acara tersebut dihadiri Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Ny Lulis Irsyad Yusuf, Ketua PGRI Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur di Pasuruan, Ny Indah Yudiani, para alim ulama, dan puluhan ribu guru yang berasal dari 7 kecamatan yang tergabung dalam Korwil Pandaan.

Dari pantauan Jaya Pos, tak ada satupun para guru yang meninggalkan acara mulai awal hingga akhir. Mereka betul-betul menikmati seluruh rangkaian acara, utamanya mendengarkan pengarahan yang disampaikan langsung oleh Bupati Irsyad dan hiburan Charlie Van Houten, vokalis Setia Band atau yang popular dengan sebutan Charlie ST 12.

Didik Suriyanto selaku Ketua Panitia Penyelenggara menjelaskan, puluhan ribu anggota PGRI yang hadir dalam halal bi halal kali ini berasal dari Korwil Pandaan, diantaranya dari PC PGRI Kecamatan Prigen, Purwodadi, Pandaan, Purwosari, Sukorejo, dan kecamatan lain di Kabupaten Pasuruan.

Banyaknya jumlah anggota yang hadir tak lepas dari kekompakan seluruh pengurus dan anggota PGRI se-Kabupaten Pasuruan dalam hal apapun.
“Kebetulan momennya masih dalam bulan Syawal meskipun di penghujung. Tapi Alhamdulillah jumlah yang hadir sesuai dengan harapan kami. Maka dari itu yang sangat berterima kasih untuk seluruh guru dan anggota PGRI Kabupaten Pasuruan yang datang, bahkan membawa putra putri mereka semua,” ujar Didik, di sela-sela acara.

Lain halnya, Ketua PGRI Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi mengatakan, tujuan diselenggarakannya halal bi halal tak lain sebagai wadah untuk mempertemukan seluruh pengurus dan anggota PGRI, baik di masing-masing Korwil maupun PGRI se-Kabupaten Pasuruan, disamping sebagai bagian dari upaya mempererat tali silaturrahmi anggota PGRI.

“PGRI adalah wadah para guru dalam membahas apapun yang berkaitan dengan kepentingan guru dan murid. Halal bi halal ini sebagai salah satu momen tepat dalam rangka mengajak semua guru untuk mendengarkan secara seksama pengarahan yang disampaikan langsung oleh Gus Irsyad,” kata Iswahyudi di hadapan ribuan guru yang hadir.

Masih menurut Iswahyudi, seorang guru saat ini memiliki tugas dan fungsi yang banyak. Diantaranya meningkatkan komitmen dan loyalitas terhadap tupoksinya, menanamkan profesionalitas layanan terhadap kebutuhan siswa, sampai dengan memanfaatkan TPP (Tunjangan Profesi Pendidik) untuk profesionalisme kerja sebagai seorang tenaga pengajar. Kata Iswahyudi, khusus bagi guru yang telah mengajar minimal 18 tahun akan menerima kemudahan dalam peningkatan pangkat.

“Untuk pengembangan diri akan kami permudah, contohnya saja dari IV A naik ke IV B, kemudian dari III ke III B dan seterusnya. Maka dari itu yang perlu dilakukan adalah terus meningkatkan profesionalisme mengajar dan mencetak generasi bangsa yang mumpuni dan membanggakan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf dalam sambutannya menekankan akan beberapa hal, diantaranya kedisplinan guru, sertifikasi, pemerataan guru, serta perlindungan hukum untuk seluruh tenaga pendidik.

“Saya menghimbau agar kedisiplinan guru terus ditingkatkan, baik kehadiran di lembaganya maupun pada proses kegiatan pembelajaran. Juga masalah sertifikasi, tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan guru, sehingga saya berharap juga diikuti dengan peningkatan kualitas mutu pelayanannya,” ucap Irsyad saat membuka konferensi tersebut.

Selain masalah di atas, Irsyad juga menegaskan akan terus memperjuangkan nasib dan kesejahteraan para guru, khususnya guru sokwan maupun guru yang berstatus K2. Seperti tahun 2017, di mana anggaran sebesar Rp 4 milyar telah digelontorkan untuk memberikan perhatian kepada para guru sukwan. Total ada 3.215 guru sukwan yang insentifnya dicairkan sebelum hari raya, beberapa minggu lalu.

Pencairan insentif guru sokwan sekarang ini merupakan termin pertama tahun 2017. Besarannya bervariasi karena tergantung lamanya masa mengabdi. Ada yang Rp 100 ribu hingga Rp 650 ribu. Ini semua tak lain sebagai bagian dari usaha kami akan nasib para guru di Kabupaten Pasuruan.

Bahkan, secara tegas Gus Irsyad selalu menandatangani surat, permohonan maupun hal apapun yang ada kaitannya dengan peningkatan kesejahteraan guru dan pendidikan di Kabupaten Pasuruan.

“Tak perlu saya lihat nota dinas atau apapun, langsung saya tanda tangani begitu saya melihat kebutuhan atau hal yang menyangkut kemajuan pendidikan di Kabupaten Pasuruan. Yang paling penting adalah saya mohon doa agar terus amanah dalam memimpin Kabupaten Pasuruan, karena pendidikan adalah salah satu prioritas pembangunan yang harus terus saya perhatikan,” ucap Irsyad diikuti tepukan tangan puluhan ribu undangan yang memenuhi amphitheater kebanggaan masyarakat Jawa Timur itu. (A.za/Wio)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (36288)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13333)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12712)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (7882)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5233)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (4465)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3806)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3546)Pengusaha Ayam Goreng Karawaci Rugi Rp 28 Juta (3471)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (3396)
Bedah JayaposKorupsi Di Disdik Jabar ? Asep Suhanggan : Saya Punya Saudara JaksaBANDUNG, JAYA POS – Dengan anggaran gemuk Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat rentan ...


Warga Desa Indrajaya Komplain Pengerjaan JalanProyek Baja Ringan SMPN 9 Purwakarta Diduga Asal-asalan, Disdik Segera Tegur PemborongPengawasan Dinas Lemah, Inspeksi Tanggul Urukan Pantai Kenjeran (Bronjong) Asal JadiProyek Rp 14 M Lebih Kawalan TP4D Kajati Kalteng Terindikasi Tak Sesuai KontrakProgram BSPS Tahun 2017, Diduga Langgar Peraturan Kemen PUPRProyek Irigasi Banda Usang Di Siguhung Terkesan AmburadulApotik Intan Farma Diduga Jual Obat Diatas HET, Imodium Dijual Rp 145 Ribu, Apotik Lain Rp 91 Ribu
Laporan KhususPT Semen Baturaja (Persero) Tbk. ...


Jelang Lebaran, Harga Stabil di Mendobarat dan MerawangPemkab Mojokerto Kembali Pertahankan Gelar WTPPT Inalum Bagikan Paket Sembako Gratis kepada WargaPelantikan Pejabat Tinggi Pratama Kabupaten Samosir DigelarBupati Dan Ketua TP- PKK Tanjab Barat, Bagikan Zakat MalPUBLIKASI KINERJA DINAS SOSIAL KABUPATEN BOGOR TAHUN 2018WTP Ke Enam Anugerah Terindah Bagi Kabupaten Tanah Datar