Minggu, 13 Agustus 2017 - 06:23:27 WIB
Ketua Majelis Hakim Perintahkan Jaksa Hadirkan TerdakwaKategori: Jakarta - Dibaca: 98 kali

Baca Juga:Bupati Boul Ditangkap KPK Bidik Pembina DemokratKPUD dan Walikota Berebut Kursi Sekretaris KPUDBerita Poto :Pesta Bolon Simbolon Indonesia Dihadiri Megawati Berita Foto :Bupati Buol Amran Batalipu Lagi Digiring ke KPK Jumat (6/7/2012)

“Kita minta terdakwa ditahan! Dia sudah tidak ada etikat baik makanya tidak hadir ke persidangan. Enak saja dia tidak ditahan padahal sudah makan uang saya Rp 2 miliar,“ kata pelapor Hasan Madun kepada Jaya Pos, usai mengetahui terdakwa Hajijah tidak hadir ke persidangan, Rabu (9/8).

Jakarta, Jaya Pos

Agenda persidangan, Rabu kemarin itu masih pemeriksaan saksi. Menurut kuasa hukum terdakwa bahwa kliennya sedang dalam perjalanan menuju pengadilan. Padahal jam sudah menununjukkan pukul 17.30.WIB, terdakwa Hajijah belum juga muncul ke persidangan. Padahal persidangan sudah dibuka oleh Ketua Majelis Hakim Jootje Sompaleng SH.

“Saudara Jaksa, dimana terdakwa? untuk menghadirkan terdakwa ke persidangan adalah tanggung jawab jaksa. Meskipun terdakwa itu statusnya di luar tahanan rutan,” kata Jootje. Mendengar pernyataan itu, Jaksa Anthon bengong.

Terdakwa Hajijah sempat ditahan Jaksa pada saat tahap dua. Kemudian ditangguhkan dengan alasan terdakwa sangat dibutuhkan untuk mengurus anak-anaknya.

“Semestinya penegakan hukum harus dilaksanakan tanpa pandang bulu. Siapapun harus sama di depan hukum. Namun pada kenyataannya, penegakan hukum di negeri ini, terkadang membuat bingung, pertimbangannya sangat subjektif. Kewenangan subjektif aparat itu diatur di KUHAP. Namun demikian, mestinya subjektifitas penegak hukum itu memiliki rasa keadilan, janganlah terlalu berpihak kepada kepentingan,” ujar Direktur Eksekutif LSM ALPPA Thomson Gultom.

Terdakwa Hajijah mangkir dari persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anthon dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara, berjanji akan mengahadirkan terdakwa ke hadapan persidangan yang dipimpin Ketua Majelis hakim Jootje Sampoaleng SH, Firman SH di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (16/8).

Hajijah yang didakwa melanggar Pasal 374, Jo 378 KUHP dilaporkan saksi korban H Hasan Madun dan Hj Siti Suleha (suami-istri). Terdakwa Hajijah memberikan cek senilai Rp195 juta kepada Hasan Madun untuk pembayaran fee selama 3 bulan (September, Oktober dan Nopember 2014).

Pembayaran fee Rp 195 juta tersebut berasal dari uang pinjaman terdakwa Rp 2 miliar kepada pelapor Hasan Madun untuk usaha scraf besi tua.
Kronologi, terdakwa Hajijah mengajak Hasan bisnis scraff besi tua dengan modal Rp 500 juta. Kemudian Hasan menyediakan dana Rp 500 juta dengan komitmen fee Rp 25 juta per bulan.

Selama 8 bulan berjalan komitmen masih berjalan mulus. Kemudian terdakwa Hajijah minta tambahan modal Rp 1,5 miliar dan disanggupi Hasan Madun. Sehingga jumlah pinjaman menjadi Rp 2 miliar.

Sejak bermodal Rp 2 miliar itulah, terdakwa tidak lagi memberikan fee kepada Hasan Madum, terhitung sejak September-Nopember 2014. Karena Hajijah tidak lagi memberikan fee maka Hasan Midun dan istrinya Siti Suleha mempertanyakan kepada terdakwa.

Sekitar Nopember 2014, terdakwa Hajijah memberikan selembar cek senilai Rp 195 juta kepada Hasan Madun. Dan terdakwa berpesan, bahwa cek itu sudah dapat dicairkan pada bulan Desember 2014.

Setelah tiba Desember 2014, Hasan Madun membawa selembar cek tersebut ke Bank BCA untuk dicairkan. “Tetapi pihak bank menolak cek tersebut dengan alasan saldo rekering cek tersebut kosong,” kata Hasan Madun menjawab pertanyaan Majelis Hakim.

Setelah kecewa terhadap cek kosong tersebut maka Hasan Madun mencoba menghubungi terdakwa lewat telepon, dan mempertanyakan cek kosong tersebut, yang dijawab terdakwa dengan tenang agar korban Hasan Madun datang saja ke rumah terdakwa. “Datang saja ke rumah, biar kita bicarakan,” ucap Hasan menirukan jawaban terdakwa.

Hasan Madun bersama Siti Suleha mendatangi rumah terdakwa Hajijah, tetapi Hajijah tidak berada di rumahnya. “Setiap kali terdakwa ditelepon, dia selelu menyuruh kita datang ke rumahnya. Tetapi dia (terdakwa) selalu tidak pernah ada dirumahnya. Pembantunya bilang, sedang keluar,” ujar Hasan Madun. “Setelah beberapa bulan tidak ada penyelesaian akhirnya kita laporkan ke polisi,” tambah Hasan.(Herman)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (121536)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (90928)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (63152)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (50511)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (45783)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (45603)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (37450)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (32910)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (31606)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (24031)
Bedah JayaposKades Stroke, BPD Pertanyakan Sikap Bupati SubangDesakan warga ini murni guna menciptakan kondusifitas pemerintahan dalam pelayanan terhadap warga dan ...


Tutupi Indikasi Persekongkolan Tender, ULP Ketapang Manipulasi Data?Pelaksanaan 2 Proyek Bandara Kuala Kurun, Diduga Tidak Sesuai Kontrak445 Mesin Parkir Jadi Mubazir, Ada Politik Dibalik Pengadaan ?Peningkatan Jalan Coban Blimbing-Wonosari Diduga Asal JadiHasil Kerjaan Amburadul Tanpa Referensi Dan Kemampuan Dasar PT Nasrip Indonesia Menang 3 PaketKanwil DJBC Riau dan Sumbar Musnahkan Barang Selundupan Senilai Rp13 M LebihDiduga Kongkalikong Antara Kontraktor dan Pejabat PU di Proyek Rigit Beton 6 M
Laporan KhususBerhasil Kendalikan Kaki Gajah Depok Raih PenghargaanDepok, Jaya Pos Pemerintah Kota (Pemkot) Depok meraih penghargaan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia ...


Tahapan Seleksi Sekda Memasuki Penulisan MakalahBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Tahun 2017Ketua Dewan Pimpin Paripurna Istimewa APBD-P 2017Inovasi Disbun Jatim Untuk Petani KakaoHUT Kabupaten Natuna Bupati Berikan Penghargaan Pada PegawaiJaksa Pangkalpinang Masuk SekolahPDAM Kab Melawi Peroleh Predikat WTP