Sabtu, 07 Juli 2012 - 17:22:45 WIB
Bupati Boul Ditangkap KPK Bidik Pembina DemokratKategori: Jakarta - Dibaca: 129 kali

Baca Juga:KPUD dan Walikota Berebut Kursi Sekretaris KPUDBerita Poto :Pesta Bolon Simbolon Indonesia Dihadiri Megawati Berita Foto :Bupati Buol Amran Batalipu Lagi Digiring ke KPK Jumat (6/7/2012)Penderitaan Emeh Mengundang Keprihatinan Kapolres Majalengka

Jakarta, Jaya Pos

Setelah dicegah pergi keluar negeri, konglomerat  Siti Hartati Murdaya akan segera diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyidikan kasus dugaan suap kepengurusan hak guna usaha perkebunan di Buol, Sulawesi Tengah.

Pengusaha yang juga salah satu anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu adalah pemilik  PT Cipta Cakra Murdaya dan PT Hardaya Inti Plantation, perusahaan tempat bekerja dua tersangka kasus itu, yakni Gondo Sudjono dan YA Yani Anshori.

Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, mengatakan lembaganya segera memeriksa Hartati Murdaya. Tapi Johan belum bisa memastikan waktu pemeriksaan itu. KPK juga telah meminta dilakukan pencegahan Hartati ke luar negeri.

Johan mengatakan pencegahan itu karena keterangan Hartati sangat dibutuhkan dalam kasus yang melibatkan perusahaannya. “Saat dibutuhkan keterangannya, dia berada di Indonesia,” kata Johan.

Sementara itu, KPK sudah menangkap paksa Bupati Buol, Amran Batalipu karena mangkir dari pemanggilan sebelumnya. “Ya, Senin kami sudah panggil dia sebagai tersangka untuk diperiksa hari Kamis, tapi tidak datang. Kami kemudian menjemputnya,” kata Johan Budi.

Surat panggilan pada Senin lalu adalah pemeriksaan Amran sebagai tersangka kasus penerima suap penerbitan hak guna usaha perkebunan sawit PT Cipta Cakra Murdaya dan PT Hardaya Inti Plantation di Kecamatan Bukal, Buol. KPK mengirim surat tersebut ke beberapa instansi pemerintah di Buol. Namun pihak Amran tidak percaya dengan surat tersebut.

KPK kemudian mengirimkan surat pemanggilan kedua disertai jemput paksa pada Kamis lalu. Tim KPK beranggotakan delapan orang sudah bergerak sejak Rabu lalu. KPK dibantu Markas Besar Polri menangkap Amran di rumahnya pada Jumat dinihari tanpa perlawanan.

Amran pernah hampir ditangkap oleh petugas KPK pada 26 Juni lalu. Saat itu penyidik mendapati Amran menerima suap miliaran rupiah dari General Manager Hardaya Inti Plantation, Yani Anshori.

Tapi pengawal Amran melawan sehingga bos mereka bisa kabur. Bahkan mobil Amran menabrak sepeda motor petugas KPK.
Sehari kemudian, KPK mencokok kolega Anshori bernama Gondo Sudjono, Dedi Kurniawan, dan Sukirman di Bandara Soekarno-Hatta. Ketiganya ikut bersama Anshori di Buol saat pemberian suap, namun kabur ke Jakarta melalui Gorontalo.

Hanya Gondo yang dijadikan tersangka. Dua orang lainnya berstatus saksi. Kamis kemarin, komisi antikorupsi memperdalam pengusutan keterlibatan pejabat PT Hardaya Inti. Direktur Hardaya, Totok Lestiyo, diperiksa sebelas jam, namun bungkam saat dikonfirmasi. L30 P1000


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (36292)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13334)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12712)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (7882)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5233)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (4466)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3806)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3546)Pengusaha Ayam Goreng Karawaci Rugi Rp 28 Juta (3471)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (3397)
Bedah JayaposKorupsi Di Disdik Jabar ? Asep Suhanggan : Saya Punya Saudara JaksaBANDUNG, JAYA POS – Dengan anggaran gemuk Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat rentan ...


Warga Desa Indrajaya Komplain Pengerjaan JalanProyek Baja Ringan SMPN 9 Purwakarta Diduga Asal-asalan, Disdik Segera Tegur PemborongPengawasan Dinas Lemah, Inspeksi Tanggul Urukan Pantai Kenjeran (Bronjong) Asal JadiProyek Rp 14 M Lebih Kawalan TP4D Kajati Kalteng Terindikasi Tak Sesuai KontrakProgram BSPS Tahun 2017, Diduga Langgar Peraturan Kemen PUPRProyek Irigasi Banda Usang Di Siguhung Terkesan AmburadulApotik Intan Farma Diduga Jual Obat Diatas HET, Imodium Dijual Rp 145 Ribu, Apotik Lain Rp 91 Ribu
Laporan KhususPT Semen Baturaja (Persero) Tbk. ...


Jelang Lebaran, Harga Stabil di Mendobarat dan MerawangPemkab Mojokerto Kembali Pertahankan Gelar WTPPT Inalum Bagikan Paket Sembako Gratis kepada WargaPelantikan Pejabat Tinggi Pratama Kabupaten Samosir DigelarBupati Dan Ketua TP- PKK Tanjab Barat, Bagikan Zakat MalPUBLIKASI KINERJA DINAS SOSIAL KABUPATEN BOGOR TAHUN 2018WTP Ke Enam Anugerah Terindah Bagi Kabupaten Tanah Datar