Sabtu, 07 Juli 2012 - 17:22:45 WIB
Bupati Boul Ditangkap KPK Bidik Pembina DemokratKategori: Jakarta - Dibaca: 232 kali

Baca Juga:KPUD dan Walikota Berebut Kursi Sekretaris KPUDBerita Poto :Pesta Bolon Simbolon Indonesia Dihadiri Megawati Berita Foto :Bupati Buol Amran Batalipu Lagi Digiring ke KPK Jumat (6/7/2012)Penderitaan Emeh Mengundang Keprihatinan Kapolres Majalengka

Jakarta, Jaya Pos

Setelah dicegah pergi keluar negeri, konglomerat  Siti Hartati Murdaya akan segera diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyidikan kasus dugaan suap kepengurusan hak guna usaha perkebunan di Buol, Sulawesi Tengah.

Pengusaha yang juga salah satu anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu adalah pemilik  PT Cipta Cakra Murdaya dan PT Hardaya Inti Plantation, perusahaan tempat bekerja dua tersangka kasus itu, yakni Gondo Sudjono dan YA Yani Anshori.

Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, mengatakan lembaganya segera memeriksa Hartati Murdaya. Tapi Johan belum bisa memastikan waktu pemeriksaan itu. KPK juga telah meminta dilakukan pencegahan Hartati ke luar negeri.

Johan mengatakan pencegahan itu karena keterangan Hartati sangat dibutuhkan dalam kasus yang melibatkan perusahaannya. “Saat dibutuhkan keterangannya, dia berada di Indonesia,” kata Johan.

Sementara itu, KPK sudah menangkap paksa Bupati Buol, Amran Batalipu karena mangkir dari pemanggilan sebelumnya. “Ya, Senin kami sudah panggil dia sebagai tersangka untuk diperiksa hari Kamis, tapi tidak datang. Kami kemudian menjemputnya,” kata Johan Budi.

Surat panggilan pada Senin lalu adalah pemeriksaan Amran sebagai tersangka kasus penerima suap penerbitan hak guna usaha perkebunan sawit PT Cipta Cakra Murdaya dan PT Hardaya Inti Plantation di Kecamatan Bukal, Buol. KPK mengirim surat tersebut ke beberapa instansi pemerintah di Buol. Namun pihak Amran tidak percaya dengan surat tersebut.

KPK kemudian mengirimkan surat pemanggilan kedua disertai jemput paksa pada Kamis lalu. Tim KPK beranggotakan delapan orang sudah bergerak sejak Rabu lalu. KPK dibantu Markas Besar Polri menangkap Amran di rumahnya pada Jumat dinihari tanpa perlawanan.

Amran pernah hampir ditangkap oleh petugas KPK pada 26 Juni lalu. Saat itu penyidik mendapati Amran menerima suap miliaran rupiah dari General Manager Hardaya Inti Plantation, Yani Anshori.

Tapi pengawal Amran melawan sehingga bos mereka bisa kabur. Bahkan mobil Amran menabrak sepeda motor petugas KPK.
Sehari kemudian, KPK mencokok kolega Anshori bernama Gondo Sudjono, Dedi Kurniawan, dan Sukirman di Bandara Soekarno-Hatta. Ketiganya ikut bersama Anshori di Buol saat pemberian suap, namun kabur ke Jakarta melalui Gorontalo.

Hanya Gondo yang dijadikan tersangka. Dua orang lainnya berstatus saksi. Kamis kemarin, komisi antikorupsi memperdalam pengusutan keterlibatan pejabat PT Hardaya Inti. Direktur Hardaya, Totok Lestiyo, diperiksa sebelas jam, namun bungkam saat dikonfirmasi. L30 P1000


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (57484)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50768)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14053)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13535)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13201)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12482)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8524)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (7346)Sudah 4 Bulan Pegawai Kejaksaan RI Tidak Dapat Dana Remunerasi (6460)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (6265)
Bedah JayaposKadis PU Bina Marga Pasuruan Tantang Wartawan ke Lokasi ProyekPasuruan, Jaya Pos Setelah diberitakan beberapa waktu lalu terkait dugaan adanya pekerjaan peningkatan jalan ...


Diduga Libatkan Oknum Dewan, Penegak Hukum Diminta Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Dana PokirBPN Labuhanbatu Diduga Ada Main Dengan PT. CSR, Terkait Luas ArealDinas PUPR Kab Sidoarjo Bidang Pengairan Diduga Lakukan Mark Up (Bagian 2)Lanjutan Peningkatan Jalan Jatake -Binong Diduga Beraroma KorupsiBelum Setahun, Jalan Tewah-Tumbang Miri Senilai 80 Miliar Sudah Rusak ParahKontrak Kerja Sudah Habis Pengerjaan Puskesmas Palembayan Masih LanjutDiduga Terlibat Proyek, LSM Penjara Desak KKP Periksa Sejumlah Anggota DPRD Kota Manado
Laporan KhususGubernur Olly Dondokambey Menyerahkan DIPA dan Dana Transfer ke Daerah Serta Dana DesaManado, Jaya Pos Bertempat di Auditorium Mapalus (13/12/2018), Gubernur Sulawesi, Utara Olly Dondokambey ...


Jalan Rusak Akibat Proyek Tol Sudah Mulus KembaliPerayaan Natal Bersama Oleh Gereja-Gereja Tambusai Utara-RohulDi HUT Ke-44 Semen Baturaja Semakin Peduli Lingkungan Kumpulan Silahi Sabungan Rayakan Ulang Tahun Ke 24 Kodam IV Diponegoro Kembali Sapu Bersih Juara Dalam TMMD ke 103 Tahun 2018Desa Kendalrejo Gunakan Dana Desa Untuk Tingkatkan PembangunanAPBD Tanah Datar 2019 Disepakati