Senin, 07 Agustus 2017 - 07:07:18 WIB
Dua Penghargaan Bergengsi untuk Kota DepokKategori: Laporan Khusus - Dibaca: 78 kali

Baca Juga:Pelepasan Siswa-Siswi SMKN 1 LabangWarga Desa Sungai Belidak Merasa DianaktirikanTersangka Kasus Korupsi Tidak Ditahan Kejari SimalungunBPR Siap Mewujudkan Impian Masyarakat Natuna

Depok, Jaya Pos

Hari I itu, wajah Walikota Depok KH Idris Abdul Somad dan Wakil Walikota Pradi Supriatna terlihat ceria, senyum sumringah tak pernah alpa dari wajah keduanya. Orang nomor satu dan nomor dua di kota belimbing itu bahkan tak segan melayani setiap ajakan wawancara yang diminta para pewarta. Bahkan, dengan senang hati keduanya melahap seluruh pertanyaan yang dilontarkan wartawan.

Lantas apa yang membuat keduanya begitu bahagia? Ya, apalagi kalau bukan penghargaan bergengsi yang diraih Kota Depok di masa kepemimpinan Idris-Pradi. Pertama, Walikota Depok Mohammad Idris dinobatkan sebagai Kepala Daerah Inovatif (KDI) Tahun 2017 kategori lingkungan hidup. Kedua, Kota Depok ditetapkan sebagai salah satu kota penerima Piala Adipura 2017.

Kedua penghargaan bergengsi tersebut seolah menghapus dahaga masyarakat Kota Depok yang lama tak pernah meraih satupun piala bergengsi bidang lingkungan hidup.

Penghargaan KDI diberikan kepada Wali kKota Depok Idris Abdul Somad atas keberhasilan dalam penggunaan sistem pengelolaan sampah melalui bank sampah yang ada di Kota Depok.

Mengenai penghargaan tersebut, Idris menjelaskan, inovasi bank sampah dimulai dari satu atau dua orang dan terus berkembang sampai terbentuk sebuah komunitas. Ada sekitar 500 komunitas, bahkan dikoordinir oleh beberapa asosiasi dan difasilitasi oleh distributor untuk bisa menjual dari hasil kepulan-kepulan mereka ke beberapa perusahaan.“Tiap pekan atau tiap bulan warga yang mengumpulkan bisa mengambil uang di bank sampah, sehingga ada nilai ekonomis,” katanya.

Kata Idris, menurut perhitungan Kementerian Lingkungan Hidup, sampah yang dihasilkan warga Kota Depok mencapai 1.200 ton per hari. Sementara yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mencapai 780 ton per hari. “Sisanya ini diolah oleh 483 bank sampah yang sudah terdapat di semua kecamatan dan 30-an Unit Pengelolaan Sampah (UPS) di seluruh Depok,” katanya.

Selain itu, ungkap dia, sampah organik dikelola UPS menjadi pupuk yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Hasil pengolahan sampah organik di UPS juga dimanfaatkan pengusaha mikro ikan hias setelah diolah sebagai maggot.  “Berdasarkan data memang 1.200 ton per hari tapi secara realitas dengan adanya Bank Sampah dan UPS, tidak ada masalah residu sampah di Kota Depok,” ucapnya.

Dengan adanya penghargaan tersebut, eks Wakil Walikota Nur Mahmudi Ismail itu berharap bisa terus bermunculan inovasi-inovasi baru dengan meningkatkan kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kota Depok.  “Terima kasih untuk partisifasi semua masyarakat Depok dan penghargaan ini tidak lepas dari hasil kontribusi masyarakat,” ucap Idris.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo yang didampingi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan dihadiri oleh lima gubernur, sembilan walikota dan 13 bupati dengan inovasi yang berbeda-beda.

Sementara Pimpinan Redaksi Koran Sindo Pung Purwanto mengatakan, Walikota Depok Mohammad Idris menjadi salah satu kepala daerah yang berhasil melakukan inovasi di bidang lingkungan hidup. Program bank sampah Idris diakui menjadi program yang berdaya.  “Salah satu problem di perkotaan adalah sampah, bagaiamana kepala daerah mengatasi sampah jadi hal yang sangat krusial,” ujar Pung.

Bank sampah Depok, kata dia, bisa menggerakkan masyarakat untuk bersih lingkungan sekaligus mendatangkan aspek ekonomi. “Itu inovasi yang kita nilai baik dan bermanfaat di kota Depok,” tambahnya.Ia menerangkan penghargaan Kepala Daerah Inovatif dilakukan secara tahunan dan dinilai secara periodik dengan menilai dampak program dan inovasi kepala daerah kepada masyarakat.

Sementara, untuk raihan Piala Adipura, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berencana membangun monumen Adipura. Pemkot Depok menawarkan rencana pembangunan monumen tersebut kepada pihak swasta.

Walikota Depok Idris Abdul Somad mengatakan, tawaran ke pihak swasta merupakan solusi alternatif. “Nanti akan kami bicarakan dengan dewan (DPRD). Syukur-syukur ada perusahaan yang bisa membiayai melalui CSR (corporate social responsibility). Nilainya Insya Allah tidak terlalu besar,” kata Idris.

Idris berkata, keinginan membangun monumen Adipura merupakan usulan dari para tokoh dan pegiat lingkungan di Depok. Ia berharap keberadaan monumen Adipura diharapkan menjadi pengingat untuk warga Depok selalu menjaga lingkungan yang bersih.

“Tujuannya untuk penyemangat dan pengingat bahwa kita sudah punya Adipura. Jadi ketika ada yang buang sampah atau melihat tumpukan sampah ‘Pak, katanya dapat Adipura. Jadi biar segera kami eksekusi,” ujar Idris.

Piala Adipura Diarak

Usai menerima Piala Adipura di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Walikota Depok Idris Abdul Somad dan Wakil Walikota Depok Pradi Supriyatna langsung menggelar arak-arakan keliling kota pada Rabu siang. Arak-arakan dimulai dari pintu Tol Cijago di Cimanggis pukul 13.00 WIB untuk kemudian mengambil rute melintasi sebagian wilayah Depok.

Jalan-jalan yang dilintasi arak-arakan ini meliputi Jalan Raya Bogor, Jalan Tole Iskandar, Jalan Siliwangi, Jalan Margonda, Jalan Arief Rahman Hakim, Jalan Nusantara, Jalan Raya Sawangan, Jalan Raya Limo, Cinere, Krukut, Gandul, Kukusan, kembali ke Jalan Arief Rahman Hakim.

Kemudian melintasi Jalan Margonda, memutar balik di fly over UI, kembali ke Jalan Margonda dan berakhir di Balai Kota Depok. Idris dan Pradi terpantau naik mobil bak terbuka selama arak-arakan yang juga diikuti belasan mobil dinas dan rombongan sepeda motor dari para PNS Pemkot Depok.Para petugas kebersihan maupun anggota pramuka tampak diturunkan di beberapa ruas jalan untuk menyambut arak-arakan yang melintas.

Gelar Adipura merupakan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diberikan kepada daerah di Indonesia yang dinilai berhasil dalam menjaga kebersihan serta pengelolaan lingkungan.

Sebelum digelarnya arak-arakan, Pradi sempat mengucapkan syukur atas gelar Adipura yang diraih Depok pada tahun ini. “Masukan kritik dan saran akhirnya membuahkan hasil piala bergengsi dari pemerintah pusat bisa didapat. Semoga ini tambah membuat kami semangat dalam berkarya,” ujar Pradi.

Penantian panjang Pemerintah Kota mendapat pengakuan sebagai Kota metropolitan terbersih serta pengelolaan lingkungan yang baik terbayar sudah. Kota Depok meraih Piala Adipura 2017 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Idris Abdul Shomad dan Pradi Supriatna adalah orang yang paling riang ketika menggenggam Piala Adipura. Sebab, di bawah kepemimpinan merekalah Piala Adipura berhasil diraih.

“Sejak Kota Depok lahir tahun 1999, piala inilah yang kami cita-citakan. Jadi menunggunya selama 18 tahun,” ujar Walikota Depok Idris Abdul Shomad.

Saking bahagianya, pasangan Walikota dan Wakil Walikota Depok inipun mengadakan pawai. Bak klub yang tengah memenangkan liga, walikota mengajak ASN dan beberapa perwakilan masyarakat berkeliling mengendarai roda empat dan roda dua sembari membawa Piala Adipura.

Pada perayaan tersebut pelajar sekolah dasar juga dilibatkan. Hampir di sepanjang perjalanan, para pelajar berdiri di pinggir menunggu iring-iringan Walikota dan Wakil Walikota Depok.

Ke depan, dia berharap Piala Adipura bisa menjadi pemantik masyarakat agar dapat berbuat lebih baik lagi. Targetnya, dapat mengubah kebiasaan untuk memilah sampah seperti di Negara Australia. Kemudian, mewujudkan cita-cita pemerintah pusat yakni pada 2020 tidak ada lagi lingkungan kumuh di Kota Metropolitan. “Kami harap tidak berhenti dengan Adipura,” ujar dia.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Etty Suryahati menyebutkan instrumen penilaian Adipura 2017 tidak sekadar persoalan sampah..(Adv)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (36288)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13333)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12712)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (7882)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5233)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (4465)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3806)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3546)Pengusaha Ayam Goreng Karawaci Rugi Rp 28 Juta (3471)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (3396)
Bedah JayaposKorupsi Di Disdik Jabar ? Asep Suhanggan : Saya Punya Saudara JaksaBANDUNG, JAYA POS – Dengan anggaran gemuk Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat rentan ...


Warga Desa Indrajaya Komplain Pengerjaan JalanProyek Baja Ringan SMPN 9 Purwakarta Diduga Asal-asalan, Disdik Segera Tegur PemborongPengawasan Dinas Lemah, Inspeksi Tanggul Urukan Pantai Kenjeran (Bronjong) Asal JadiProyek Rp 14 M Lebih Kawalan TP4D Kajati Kalteng Terindikasi Tak Sesuai KontrakProgram BSPS Tahun 2017, Diduga Langgar Peraturan Kemen PUPRProyek Irigasi Banda Usang Di Siguhung Terkesan AmburadulApotik Intan Farma Diduga Jual Obat Diatas HET, Imodium Dijual Rp 145 Ribu, Apotik Lain Rp 91 Ribu
Laporan KhususPT Semen Baturaja (Persero) Tbk. ...


Jelang Lebaran, Harga Stabil di Mendobarat dan MerawangPemkab Mojokerto Kembali Pertahankan Gelar WTPPT Inalum Bagikan Paket Sembako Gratis kepada WargaPelantikan Pejabat Tinggi Pratama Kabupaten Samosir DigelarBupati Dan Ketua TP- PKK Tanjab Barat, Bagikan Zakat MalPUBLIKASI KINERJA DINAS SOSIAL KABUPATEN BOGOR TAHUN 2018WTP Ke Enam Anugerah Terindah Bagi Kabupaten Tanah Datar