Selasa, 12 Juni 2012 - 08:42:02 WIB
Dipastikan, Gepeng dan PGJ Sulit Ditemui di RanaiKategori: Kepri - Dibaca: 295 kali

Baca Juga:Turap Dikerjakan Asal Jadi Ancam Keselamatan WargaGemawasbi Provinsi Sumut Polisikan Walikota SibolgaKejaksaan Diminta Periksa Pekerjaan TPU PedurenanPLN Buat Resah, Masyarakat Lepas Amarah

Natuna, Jaya Pos

Menjamurnya gepeng (gelandangan pengemis) dan orang gila di perkotaan setiap daerah bu­kanlah hal yang baru.

Sebaliknya, jika di kota besar jarang ditemui, bahkan ti­dak ada gepeng dan orang gila, itu baru luar biasa. Itu bisa dibuktikan di Ranai, Kabupaten Natuna.

Menginjakkan kaki di Ranai Kabupaten Natuna sudah tentu mata akan terkesima dengan pemandangan alamnya yang luar biasa. Daerah yang memiliki luas 3.420 km² ini dikelilingi lautan yang memiliki warna air laut yang sangat indah, biru, hijau dan keungu-unguan.  

Daerah yang penduduk sekitar 69.003 (sesuai Sensus Penduduk Tahun 2010) ini merupakan bagian dari ProvinsiKepulauan Riau. Tujuh puluh lima persen masyarakat Ranai mengais rejeki sebagai nelayan dan pemecah batu, sementara sisanya sebagai pegawai di instansi pemerintahan.

Tak heran jika dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Ranai banyak ditemui berkecukupan, atau minimal dapat menutupi biaya hidup sehari-hari.

Tercukupinya biaya hidup di kalangan masyarakat Ranai sudah tentu membuktikan bahwa daerah yang dipimpin oleh Ilyas Sabli sebagai Bupati Natuna ini nyaris bersih dari Gelandangan dan Pengemis (gepeng-red) serta Penderita Gangguan Jiwa (PGJ).

Terbukti, dari data Dinsosnakertrans (Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi) Kabupaten Natuna di tahun 2012 ini saja kembali mengirimkan PGJ sebanyak 5 orang ke Rumah Sakit Jiwa Pekanbaru.

“Program penangan penderita gangguan jiwa ini memang telah kita laksanakan sejak 2010 lalu, dan sedikitnya sudah sepuluh orang ditangani oleh pemerintah kabupaten Natuna dan saat ini juga sudah dinyatakan sembuh total dengan kehidupan nor­mal serta dikem­ba­likan kepihak keluarganya. Jadi kami pastikan, tidak ada lagi PGJ atau Gepeng yang tampak berkeliaran di Ranai ini,” ujar Kepala Disosnakertrans H Agus Supardi SH saat dikonfirmasi Jaya Pos di ruang kerjanya, beberapa hari lalu.

Lebih lanjut Agus mengatakan, penanganan PGJ juga didukung oleh RSJ di Pekanbaru. “Ini merupakan salah satu wadah medis yang ditunjuk pemerintah pusat sebagai terminal akhir atas program PGJ yang direkomendasi dari daerah untuk menerima program gratis ini,” katanya.

Lalu, pemerintah tinggal mengakomodir pembiayaan transportasi dan akomodasi baik itu pasien, pendamping tim medis dan dari pihak keluarga. “Hanya saja kami punya kendala dalam pengiriman pasien.

Keterbatasan pengiriman ini juga disebabkan adanya larangan pihak maskapai penerbangan, jika jumlahnya berlebihan, dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan umum. Biaya yang ditanggung pemerintah daerah meliputi, penginapan serta transporatsi dari kecamatan ke kabupaten hingga keberangkatan ke RSJ Pekanbaru menggunakan pesawat terbang,” terangnya.

Sementara perihal penanganan gepeng, Agus Supardi mengaku selalu siaga bertindak dalam memberantas keberadaan gepang. “Kita akan kembalikan mereka ke daerahnya masing-masing, dan tentunya dengan memantau keberangkatan mereka, hingga dipastikan kalau gepeng itu tidak lagi ada di kota Ranai. Jadi kami bisa pastikan keberadaan mereka tidak ada lagi mengotori kota ini,” ujarnya meyakinkan.@devi-otoy


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59369)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51244)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (33155)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14719)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14009)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13845)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13603)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13011)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9927)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9019)
Bedah JayaposTim Saber Pungli Kota Banjar Siap Tindaklanjuti Dugaan Pungli di DisdikbudBanjar, Jaya Pos Tunjangan Kinerja (Tunkin) pengganti Tunjangan Dae­rah (Tunda) yang bakal diterima ...


Warga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan ListrikBobroknya Sikap Oknum Pegawai Bank BNI BukittinggiRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM BersubsidiSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruGus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ?Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR
Laporan KhususPemkab Labusel Kembali Memperoleh WTP TA 2108 dari Kepala BPK RI Perwakilan SumutLabusel, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu Selatan (Labusel) kembali memperoleh opini Wajar ...


Pemkab Ciamis Pastikan Jalan Buniseuri-Jalatrang DihotmixLakukan Reformasi Koperasi Untuk Kesejahteraan Anggota, Naikan Pendapatan dan Pembangunan ApartemenPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan SumutPatik Dalam Kehidupan Batak Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018