Selasa, 12 Juni 2012 - 08:42:02 WIB
Dipastikan, Gepeng dan PGJ Sulit Ditemui di RanaiKategori: Kepri - Dibaca: 342 kali

Baca Juga:Turap Dikerjakan Asal Jadi Ancam Keselamatan WargaGemawasbi Provinsi Sumut Polisikan Walikota SibolgaKejaksaan Diminta Periksa Pekerjaan TPU PedurenanPLN Buat Resah, Masyarakat Lepas Amarah

Natuna, Jaya Pos

Menjamurnya gepeng (gelandangan pengemis) dan orang gila di perkotaan setiap daerah bu­kanlah hal yang baru.

Sebaliknya, jika di kota besar jarang ditemui, bahkan ti­dak ada gepeng dan orang gila, itu baru luar biasa. Itu bisa dibuktikan di Ranai, Kabupaten Natuna.

Menginjakkan kaki di Ranai Kabupaten Natuna sudah tentu mata akan terkesima dengan pemandangan alamnya yang luar biasa. Daerah yang memiliki luas 3.420 km² ini dikelilingi lautan yang memiliki warna air laut yang sangat indah, biru, hijau dan keungu-unguan.  

Daerah yang penduduk sekitar 69.003 (sesuai Sensus Penduduk Tahun 2010) ini merupakan bagian dari ProvinsiKepulauan Riau. Tujuh puluh lima persen masyarakat Ranai mengais rejeki sebagai nelayan dan pemecah batu, sementara sisanya sebagai pegawai di instansi pemerintahan.

Tak heran jika dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Ranai banyak ditemui berkecukupan, atau minimal dapat menutupi biaya hidup sehari-hari.

Tercukupinya biaya hidup di kalangan masyarakat Ranai sudah tentu membuktikan bahwa daerah yang dipimpin oleh Ilyas Sabli sebagai Bupati Natuna ini nyaris bersih dari Gelandangan dan Pengemis (gepeng-red) serta Penderita Gangguan Jiwa (PGJ).

Terbukti, dari data Dinsosnakertrans (Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi) Kabupaten Natuna di tahun 2012 ini saja kembali mengirimkan PGJ sebanyak 5 orang ke Rumah Sakit Jiwa Pekanbaru.

“Program penangan penderita gangguan jiwa ini memang telah kita laksanakan sejak 2010 lalu, dan sedikitnya sudah sepuluh orang ditangani oleh pemerintah kabupaten Natuna dan saat ini juga sudah dinyatakan sembuh total dengan kehidupan nor­mal serta dikem­ba­likan kepihak keluarganya. Jadi kami pastikan, tidak ada lagi PGJ atau Gepeng yang tampak berkeliaran di Ranai ini,” ujar Kepala Disosnakertrans H Agus Supardi SH saat dikonfirmasi Jaya Pos di ruang kerjanya, beberapa hari lalu.

Lebih lanjut Agus mengatakan, penanganan PGJ juga didukung oleh RSJ di Pekanbaru. “Ini merupakan salah satu wadah medis yang ditunjuk pemerintah pusat sebagai terminal akhir atas program PGJ yang direkomendasi dari daerah untuk menerima program gratis ini,” katanya.

Lalu, pemerintah tinggal mengakomodir pembiayaan transportasi dan akomodasi baik itu pasien, pendamping tim medis dan dari pihak keluarga. “Hanya saja kami punya kendala dalam pengiriman pasien.

Keterbatasan pengiriman ini juga disebabkan adanya larangan pihak maskapai penerbangan, jika jumlahnya berlebihan, dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan umum. Biaya yang ditanggung pemerintah daerah meliputi, penginapan serta transporatsi dari kecamatan ke kabupaten hingga keberangkatan ke RSJ Pekanbaru menggunakan pesawat terbang,” terangnya.

Sementara perihal penanganan gepeng, Agus Supardi mengaku selalu siaga bertindak dalam memberantas keberadaan gepang. “Kita akan kembalikan mereka ke daerahnya masing-masing, dan tentunya dengan memantau keberangkatan mereka, hingga dipastikan kalau gepeng itu tidak lagi ada di kota Ranai. Jadi kami bisa pastikan keberadaan mereka tidak ada lagi mengotori kota ini,” ujarnya meyakinkan.@devi-otoy


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59627)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51480)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (48752)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14969)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14240)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14063)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13795)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13288)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11768)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9254)
Bedah JayaposAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesSidoarjo, Jaya Pos Kepala Desa Pademonegoro Ispriyanto diduga cenderung tertutup dan memonopoli dalam ...


Realisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka BaruDiduga Palsukan Produk Pabrikasi, U-Ditch Merek BCA Berstempel Calvary DipertanyakanBuruh PT Siwanggi Sejati Luhur Demo Karena Pembayaran Bonus Yang Tak SesuaiKasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka BaruPenggunaan ADD di Jorong Silungkang Tidak Transparan
Laporan Khusus20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahPadang Panjang, Jaya Pos Sebanyak 20 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang Panjang ...


Ilyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres Demi Keutuhan NKRI Majelis Madiena Adakan Istigosah Dan TausiyahPimpin Upacara di IPDN, Pengamat: Bukti Bupati Bantaeng Punya Jejaring Kuat di PusatRanperda Pelaksanaan APBD Kabupaten Tanah Datar di 2018 DiSetujuiPublikasi Kinerja Sekda Kabupaten Bogor Semester I Tahun 2019