Sabtu, 28 April 2012 - 07:27:26 WIB
Perjuangan Nenek Renta dan 3 Orang Cucunya Jajakan Daun Pisang Untuk Penyambung HidupKategori: Sumatera Barat - Dibaca: 498 kali

Baca Juga:Pasar Simarpinggan Angkola Selatan DibukaBupati Simalungun Diminta Segera Copot Camat HatonduhanPT Inti Indosawit Subur Kebun Soga Ukui II Telantarkan KaryawannyaMusancab Partai Demokrat Kabupaten Tanjab Barat Berjalan Lancar

Tanah Datar, Jaya Pos

Sungguh malang derita ya­ng harus ditanggung Jusma (56), warga Jorong Taratak Indah, Nagari Sunganyang, Ka­bu­paten Tanah Datar, Sumatera Barat. Meskipun telah berusia senja, tetapi Jusma masih harus membesarkan 3 orang cucunya, yang masih kecil-kecil setelah anak semata wayangnya meninggal satu tahun silam, sementara menantunya lebih memilih untuk beristri lagi.


Dalam kesehariannya, Yusma yang tergolong keluarga ku­rang mampu ini, hanya bekerja serabutan menjadi penjual daun pisang, setiap hari pasar, dengan penghasilan pas-pasan Yus­ma tetap bertahan mencarikan biaya untuk ketiga cucunya. Dimana cucu yang paling besar Abdul Haris (12) masih duduk di bangku kelas VSekolah Dasar (SD),  Khairul Ramadhan  (8) kelas III SD dan Kelsi Sukmawati (5).


Di saat usianya tidak muda lagi dan tidak mampu berusaha layaknya seorang yang memiliki tanggungan hidup yang begitu besar, tetapi semangat hidupnya patut diacungi jempol, dirinya tidak menyerah terhadap keadaan. Malahan rumahnya yang tidak layak huni lagi, masih ditinggalinya, karena tidak ada biaya untuk memperbaikinya.


Jaya Pos yang berkunjung ke gubuk deritanya, tidak ada kesan penyesalan hidup dalam dirinya ketika harus menghidupi ketiga cucunya. Malahan, Jusma tidak akan menyerah dengan keadaan yang harus memaksanya berusaha siang dan malam. Kadang kal pola tingkah ketiga cucunya, seakan menjadi obat bagi Jusma setelah seharian mencari biaya hidup dari pasar ke pasar menjajakan daun pisang.


Di dalam rumahnya, hanya ada beberapa perabot yang sudah tidak layak dikatakan lagi memadai, bahkan piring dan gelas untuk makan saja, hanya pas untuk mereka berempat, sedangkan kamar tidurnya hanya di lantai saja.


“Beginilah keadaan Amak (ibu-red) nak, semenjak anak Amak meninggal satu tahun lalu, Amak lah yang merawat dan membesarkan ketiga orang cucu, yang masih kecil-kecil, sedangkan suami anak Amak lebih memilih mencari isteri baru dan meninggalkan anak-anaknya yang masih butuh perhatian dan biaya,” kata Jusma dengan logat Minangnya ketika mulai menceritakan kisah hidupnya.


Kadang kala, lajut Jusma, dirinya tidak bisa berjualan karena cucunya yang paling kecil tidak bisa ditinggalkan, sedangkan 2 cucunya yang lain harus sekolah. Sehingga, harus memaksanya meminjam biaya kepada tetangga untuk makan hari itu.


“Kalau tidak jualan, dengan apa Amak akan kasih makan ketiga cucu Amak, belum lagi biaya sekolah dua orang yang sudah duduk di bangku SD, kalaupun berjualan Amak hanya mendapatkan uang sebanyak Rp.25 ribu setiap harinya,” katanya.


Meskipun ada bantuan untuk keluarga miskin yang dianggarkan pemerintah, tetapi semenjak program itu digulirkan, belum pernah Jusma menikmatinya, malahan ketika ditanyakan kepada pihak Walinagari, Jusma harus menelan kekecewaan, karena bantuan yang diharapkannya tidak ada.


“Amak selalu saja di janjikan akan diusahakan bantuan, tetapi realisasinya sampai saat ini tidak ada, apakah memang orang kayak kami ini tidak masuk kategori miskin, atau memang penyalurannya yang pilih-pilih kasih, karena Amak tidak punya kerabat famili yang jadi pejabat ataupun orang pintar,” urainya.

Hal senada juga disampaikan Deswita,salah seorang tetangga Jusma, kerap kali melihat nenek renta itu harus pergi pagi pulang sore untuk mencarikan biaya hidup bagi ketiga cucunya, malahan karena terlalu iba, kadang-kadang tetangga sekitar rumah mengumpulkan iuran untuk membantu Jusma.


“Kami kasihan melihat penderitaan yang dialaminya, tetapi kami tidak bisa berbuat banyak, malahan bantuan yang kami sarankan kepada pihak Walinagari tidak pernah terealisasi. Kami sangat mengharapkan kepedulian pemerintah, apalagi melihat keadaan nenek yang sudah renta, masih harus berjualan, padahal orang seusianya, harusnya saat ini Jusma sudah dapat menikmati usia senja dan bersenda gurau dengan anak cucunya,” jelas Deswita.


Diungkapkannya, dua orang cucu nenek Jusma itu adalah anak yang berprestasi, tetapi seakan luput dari perhatian pemerintahan. Sementara uang negara dari berita-berita yang kami lihat di televisi, cukup banyak di korupsi dan dihamburkan-hamburkan untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Domas


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59367)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51240)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (33091)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14715)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14007)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13843)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13600)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13009)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9914)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9018)
Bedah JayaposTim Saber Pungli Kota Banjar Siap Tindaklanjuti Dugaan Pungli di DisdikbudBanjar, Jaya Pos Tunjangan Kinerja (Tunkin) pengganti Tunjangan Dae­rah (Tunda) yang bakal diterima ...


Warga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan ListrikBobroknya Sikap Oknum Pegawai Bank BNI BukittinggiRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM BersubsidiSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruGus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ?Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR
Laporan KhususPemkab Labusel Kembali Memperoleh WTP TA 2108 dari Kepala BPK RI Perwakilan SumutLabusel, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu Selatan (Labusel) kembali memperoleh opini Wajar ...


Pemkab Ciamis Pastikan Jalan Buniseuri-Jalatrang DihotmixLakukan Reformasi Koperasi Untuk Kesejahteraan Anggota, Naikan Pendapatan dan Pembangunan ApartemenPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan SumutPatik Dalam Kehidupan Batak Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018