Minggu, 20 Desember 2015 - 06:58:53 WIB
Akibat PETI Gunakan Alat Berat, Kerusakan Lingkungan Di Gumas Kian MeluasKategori: Kalimantan Tengah - Dibaca: 360 kali

Baca Juga:BNN Warning Pejabat Pagaralam Pengguna NarkobaPolres Majalengka Terima 30 Unit Motor Bantuan Gubernur Jawa BaratPembukaan MTQN ke-41 Tingkat Kabupaten Labuhanbatu Diwarnai Tarian KolosalSDN 015 Langkan Kecamatan Langgam Butuh Bangunan Baru

Kuala Kurun, Jaya Pos

Kerusakan lingkungan yang terjadi akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan alat berat, di Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, dipastikan  semakin lama semakin meluas. Hal itu diungkapkan Camat Kurun, Drs.Hansli Gonak saat membuka kegiatan penerangan hukum, program  penguatan jaringan masyarakat anti Korupsi Kolusi Nepoisme (KKN). Di Aula Kantor Camat Kurun, Rabu (16/12).

 

Karena menurutnya, kalau hanya mengandalkan tenaga dan mesin seperti yang selama ini di lakukan para penambang, jaraknya dari pinggir sungai kecil atau besar hanya sekitar seratus sampai dua ratus meter.  Namun dengan kehadiran penambangan emas yang menggunakan alat berat jenis excavator akhir-akhir ini membuat kerusakan lingkungan akibat PETI ini kian meluas.

 

“ Kalau mengandalkan tenaga dan mesin seperti yang   dilakukan oleh masyarakat kita selama ini, itu paling seratus-duaratus meter dari sungai besar atau lecil, tapi dengan kehadiran alat berat ini, kehadiran PETI di daerah kita ini, semakin lama  semakin meluas,”ucapnya.

 

Menanggapi itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kuala Kurun, Jaja,SH selaku pembicara dalam kegiatan itu mengatakan, bahwa pihak sudah melakukan koordinasi dengan Bupati maupun Kapolres, terkait hal tersebut. Dan direncanakan  2016 akan dilakukan penertiban, yang  dengan membentuk tim terpadu. (Mandau)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59697)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52368)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51549)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15039)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14304)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14131)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13849)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13356)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12385)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9325)
Bedah JayaposKasus Tanah Kas Desa RancaudikSubang, Jaya Pos Sejak berlakunya regulasi Otonomi Desa, selain melahirkan hikmah juga mengundang masalah. ...


Terkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RABDenpom Pekanbaru Menertibkan Perjudian di TapungKades Sinamanenek Diduga Merugikan Warganya
Laporan KhususKetua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliBaturaja, Jaya Pos Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Purwadi SP ...


Polsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik50 Anggota DPRD Subang Periode 2019-2024 DilantikSrikandi Baru Terpilih dan Dilantik dari Dapil II