Selasa, 24 November 2015 - 04:38:31 WIB
Dikerjakan Asal Jadi, Sarana Air Bersih Senilai Rp 1 M di Desa Dirung Tidak Berfungsi Kategori: Kalimantan Tengah - Dibaca: 300 kali

Baca Juga:Bandara Syukuran Aminudin Amir Bubung Luwuk Dilengkapi 16 CCTV, Pendaratan di Malam Hari Sudah BisaRRC Negara Tujuan Wisata Dunia, Raksasa Ekonomi AsiaSMPN 62 Jakarta Terancam AmbrukSekdakab: Hati-Hati Terhadap Calo CPNS

Puruk Cahu, Jaya Pos

Ibarat peribahasa jauh panggang dari api, begitulah akhir dari harapan warga Desa Dirung-Malasan Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya (Mura), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), yang selama ini sangat mendambakan sarana air bersih untuk kebutuhan mereka.

Pasalnya, proyek sarana air bersih berupa pembangunan Dam Sei Tuan beserta instalasinya, menelan dana Rp 1 miliar bersumber dari dana percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan, DPA Satuan SKPD Dinas Pekerjaan Umum Kab Mura tahun 2014, itu hingga kini tidak berfungsi, akibat dikerjakan asal jadi.

Menurut warga, bangunan dam itu tidak berfungsinya, selain karena konstruksi maupun lokasi bangunan tidak sesuai dengan kondisi sungai, juga lantaran pembangunannya tidak direncanakan secara matang dan dikerjakan asal-asalan.

Bahkan mereka juga menilai bangunan dam itu nilainya hanya sekitar Rp 300 juta, alias tidak sesuai dengan anggarannya. Karena menurut mereka banyak harga materialnya yang dimarkup. Sebab batu dan pasir yang digunakan oleh kontraktor tidak pernah dibeli, tetapi hanya mengambil di sungai di sekitar dam.

“Sudah kami ingatkan, supaya tidak membangun dam di tempat itu, tapi tetap ngotot juga. Bahkan, mereka mengatakan, lokasinya sudah layak dan tepat. Karena sudah tahu, kalau lokasi tempat bangunan itu, kalau musim hujan, air naik bisa sampai atas tebing sungai,” ucap Gio warga RT 2 kepada Jaya Pos, baru-baru ini.

Dari pantauan Jaya Pos, Jum’at (29/10), tampak bendungan (dam) Sei Tuan itu kering. Karena tanah di tebing sisi kanan sungai, sekitar dam longsor sepanjang sekitar 8 meter akibat tergerus arus sungai, hingga jebol ke sungai disebelah, yang hanya berjarak sekitar 5 meter. Sehingga membuat bangunan dam tidak dapat menampung air.

Warga memprediksi paling lama tiga tahun, bangunan itu sudah tertimbun pasir dan lumpur. Sebab jika musim hujan, bangunan itu tenggelam, karena tidak mampu membendung air sungai. Bahkan menurut warga pipa air yang sudah dipasang sepanjang 2 kilometer, kini hanya tinggal berpuluh-puluh meter. Karena, patah dan hanyut diterjang arus.

“Sepertinya, program pemerintah percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan satu miliya, satu desa itu hanya untuk menipu masyarakat saja, bayangkan saja dana satu miliyar itu, tidak bisa dinikmati oleh masyarakat, oleh karena itu harapan saya masalah ini supaya dibawa ke ranah hukum saja, agar memberikan efek jera kepada mereka yang terlibat, sehingga menyebabkan proyek ini gagal,” ucap Bunu yang juga warga RT 2 menambahkan.

Menanggapi itu, Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kab. Murung Raya, Bri Indah saat ditemui baru-baru ini, mengatakan pembangunan Dam tersebut sudah sesuai dengan usulan warga. Dan tidak berfungsi karena pembangunannya belum rampung, lantaran pihak pemerintah desa Dirung tahun 2015 tidak mengusulkan untuk pembangunan lanjutannya.Mandau


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59697)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52368)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51551)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15040)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14304)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14132)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13849)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13356)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12385)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9325)
Bedah JayaposKasus Tanah Kas Desa RancaudikSubang, Jaya Pos Sejak berlakunya regulasi Otonomi Desa, selain melahirkan hikmah juga mengundang masalah. ...


Terkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RABDenpom Pekanbaru Menertibkan Perjudian di TapungKades Sinamanenek Diduga Merugikan Warganya
Laporan KhususKetua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliBaturaja, Jaya Pos Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Purwadi SP ...


Polsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik50 Anggota DPRD Subang Periode 2019-2024 DilantikSrikandi Baru Terpilih dan Dilantik dari Dapil II