Minggu, 15 November 2015 - 05:23:26 WIB
Dikalangan Suku Dayak, Gelang Angoi Dipercaya Sebagai Penangkal MautKategori: Kalimantan Tengah - Dibaca: 345 kali

Baca Juga:Kuota Tunjangan Khusus Garut MeningkatPemda Kalbar Harus Berani Rekrut Guru BantuRibuan Siswa dan Guru Ikuti SPKSG dan O2SNSD Pamulihan Juara Voli di Dua Kecamatan

Palangka Raya, Jaya Pos

Di kalangan Suku Dayak, gelang Angoi dalam bahasa Dayak Kahayan atau dalam bahasa Dayak Siang disebut Ongui, dipercaya memiliki kekuatan mistis. Gelang terbuat dari kulit kayu Tengang atau Tongang ini kerap dijadikan penangkal bahaya yang dapat mengancam keselamatan (maut).

Menurut cerita, pada jaman Asang atau jaman dimana antar suku dayak terjadi perang dan saling kayau-mengayau atau saling memotong kepala. Biasanya mereka yang pergi mangayau (memotong kepala musuh), sebelum berangkat di pakaikan gelang Angoi, agar bisa pulang dengan selamat dan terhindar maut.

Namun, jaman sekarang, karena tidak ada lagi kayau-mengayau, gelang Ongui, biasanya dipakaikan kepada orang mau pergi merantau atau yang sedang sakit maupun mau melahirkan agar selamat dan terhindar dari bahaya.

Seperti dituturkan salah seorang pemuka Desa Tukung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah, Yohanes (55), kepada Jaya Pos, baru-baru ini. “Kalau ada orang yang mau melahirkan, biasanya Tongang ini diikat di pinggang untuk menjaga hal-hal tidak diingikan. Bahkan orang sakit, yang mau meninggal kalau memakai gelang ini tidak bisa meninggal, kalau tidak dilepas,” tuturnya.

Menurut Yohanes, kulit kayu Tongang itu sebelum dibuat gelang diwarnai dengan kunyit, hingga berwarna kuning. Kemudian diletakkan di piring yang sudah diisi beras kuning. Setelah Tongan diikat di tangan, beras kuning diletakkan di ubun-ubun, sambil dibacakan mantra. “Gelang kayu Tongang hanya sebagai sarana untuk berdoa, memohon perlindungan dari Yang Maha Kuasa,” ucap Yohanes.Mandau


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59697)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52368)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51549)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15039)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14304)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14131)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13849)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13356)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12385)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9325)
Bedah JayaposKasus Tanah Kas Desa RancaudikSubang, Jaya Pos Sejak berlakunya regulasi Otonomi Desa, selain melahirkan hikmah juga mengundang masalah. ...


Terkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RABDenpom Pekanbaru Menertibkan Perjudian di TapungKades Sinamanenek Diduga Merugikan Warganya
Laporan KhususKetua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliBaturaja, Jaya Pos Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Purwadi SP ...


Polsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik50 Anggota DPRD Subang Periode 2019-2024 DilantikSrikandi Baru Terpilih dan Dilantik dari Dapil II