Senin, 05 Oktober 2015 - 06:00:30 WIB
Penjara 5 Tahun dan Denda Rp 5 Milyar Untuk Pembakar Lahan ?Kategori: Kalimantan Tengah - Dibaca: 166 kali

Baca Juga:BRI Cabang Pontianak Gelar Undian Simpedes dan Doorprize BritamaJika Terpilih Sebagai Wagub Kalbar Akan Wujudkan Pelabuhan SamuderaMojokerto Raih Kota Terbersih se Jawa TimurMasyarakat Bagan Deli Resah Gunawan Susanto Klaim Pemilik Lahan

Palangka Raya, Jaya Pos

Pekatnya kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan menyebabkan kualitas udara di Kalimantan Tengah (Kalteng) memburuk. Informasi yang diperoleh dari Badan Meteorlogi Geofisika (BMG) setempat, kabut asap tersebut,sudah berada ditingkat membahayakan. Kondisi ini menggugah jurnalis Dolog Martimbang  membuat kicauan di akun facebooknya berjudul, Penjara 5 Tahun dan Denda 5 Milyar Untuk Pembakar Lahan ?

Dalam kicauannya tersebut, Dolog Martimbang menulis, “Nah, apakah yang sebenarnya terjadi? Jika dituduh penegak hukum dan pemerintah “main mata” dengan oknum pembakar lahan tentu mereka (baca: aparat dan pemerintah) tidak terima. Nah, kalau bukan ada “main mata”, mengapa pembakaran lahan tersebut terus terjadi tiap tahun? Kalau jawabannya, susah menangkap tangan pelaku pembakar lahan tersebut? Apa memang harus tertangkap tangan dulu baru bisa diperkarakan?. Entahlah! Makanya tak heran jika banyak yang beranggapan bahwa di negeri ini peraturan memang bisa di tawar-tawar seperti di Kaki Lima.

Sekarang, pemerintah kerepotan, pusing, bingung, seperti orang “dungu” seperti tidak tahu lagi bagaimana cara menghilangkan asap tebal tersebut. Sudah berbagai cara dilakukan dengan mengirimkan pesawat dan helikopter tempur untuk menyiram api di lahan-lahan yang terbakar.
Namun ternyata tidak bisa maksimal dilaksanakan karena terkendala asap tebal.

Makin panik manakala ditambah lagi dengan munculnya titik-titik lahan pembakaran baru! Akhirnya pasrah, berdoa kepada Tuhan agar segera diturunkan hujan Itulah akibat yang harus dirasakan bagi mereka yang tidak mendengar perintah Tuhan untuk menjaga alam sekitar! Karena ulah mereka, mereka yang tak bersalahpun ikut mendapat siksa.

Akibat perbuatan mereka (baca: oknum pembakar lahan, pemerintah dan aparat) yang lebih memintingkan “isi perut”nya saja, masyarakat umum yang tak berbuat apa-apa kena dampaknya. Semoga Tuhan segera mengazab para pelaku yang terlibat. Dan Semoga Tuhan segera menurunkan hujan, menghilangkan kabut asap agar mereka yang tak bersalah kembali beraktivitas normal seperti biasa. Ampun kami atas segala kelalaian, Aamiin.

Selain disukai oleh sebanyak 24 pemilik akun facebook, kicauan yang posting, Sabtu (26/9) sekitar pukul 06.00 WIB tersebut juga mendapat komentar sejumlah netizen, di antaranya Afgant Ade. Bahwa. “Sumber masalah kita ini adalah mereka, mereka yang sengaja membakar hutan dan lahan.

Sebenarnya masyarakat diberi kewenangan untuk melaporkan kepada aparat apabila menemukan oknum pembakar hutan dan lahan, mereka itulah musuh kita bersama . Di wilayah Kalimantan belum pernah ditemukan kebakaran hutan yang disebabkan oleh alam (terbakar sendiri),” tulisnya. Mandau


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59697)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52368)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51549)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15039)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14304)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14131)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13849)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13356)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12385)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9325)
Bedah JayaposKasus Tanah Kas Desa RancaudikSubang, Jaya Pos Sejak berlakunya regulasi Otonomi Desa, selain melahirkan hikmah juga mengundang masalah. ...


Terkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RABDenpom Pekanbaru Menertibkan Perjudian di TapungKades Sinamanenek Diduga Merugikan Warganya
Laporan KhususKetua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliBaturaja, Jaya Pos Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Purwadi SP ...


Polsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik50 Anggota DPRD Subang Periode 2019-2024 DilantikSrikandi Baru Terpilih dan Dilantik dari Dapil II