Sabtu, 07 April 2012 - 13:45:05 WIB
SP3 Kasus Tanah 25.400 Meter DipertanyakanKategori: Jakarta - Dibaca: 856 kali

Baca Juga:Bankamdes di Areal Tambang Emas Peboya Lakukan Pungli.Jasa Raharja Kalbar Hadiri Pengukuhan FLLAJRatusan Ton Zircon Sitaan Polda Kalbar Di Ketapang Menghilang, Diduga Dijual KembaliHM Abduh Nst Menipu Masyarakat, Tanah Yang Sudah dijual di Jual Kembali

-  Ho Kiarto CS Mafia Tanah

Jakarta, Jaya Pos

Kepolisian dinilai tidak bekerja profesional dalam pemeriksaan kasus pemalsuan dan penipuan pada penjualan tanah seluas 25.400 meter persegi (m2) milik ahli waris Bele bin Bidin yang kini ditempati PT Komatsu Indonesia.

Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) Wilayah Jakarta Utara yang turut memperjuangkan para ahli waris mendapatkan haknya atas tanah tersebut mendapat kabar bahwa Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya telah menerbitkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) dalam kasus tersebut.

“Kami menerima informasi bahwa polisi telah menghentikan penyidikan dalam perkara tersebut. Alasannya tidak kami ketahui persis, tapi menurut informasi alasanya SP3 karena kuasa hukum ahli waris sebelumnya mencabut laporan tersebut,” kata Abdul Wahad, Ketua AWDI Jakarta Utara kepada Jaya Pos di Jakarta, Kamis (5/4) lalu.

Menurutnya, hal yang janggal dan patut dipertanyakan bila alasan diterbitkannya SP3 tersebut karena pelapor yang merupakan kuasa hukum mencabut laporannya. “Sangat aneh dan melanggar hukum bila itu alasannya, karena kejahatan penipuan dan pemalsuan merupakan kejahatan murni bukan aduan,” tegas Wahab.

Terkait SP3 kasus tersebut, Jaya Pos mencoba mendapatkan konfirmasi langsung dari pihak penyidik di Polda Metro Jaya. Sayangnya, Kompol Lili Rohendi selaku penyidik dalam kasus tersebut tidak memberikan keterangan. Pesan singkat (SMS) yang dikirimkan ke telepon selulernya tidak mendapatkan balasan.

Perjuangan Ahli Waris

Para ahli waris Bele bin Bidin sepertinya harus menempuh jalur yang sangat susah guna mendapatkan keadilan. Hak mereka atas tanah peninggalan orangtuanya seluas 25.400 m2 di Jalan Cacing, Cilincing Jakarta Utara hingga hari ini masih dikuasai perusahaan besar, PT Komatsu Indonesia.

Namun perjuangan para ahli waris tidak akan pernah berhenti guna mendapatkan haknya. “Kami akan terus melakukan upaya hukum agar tanah tersebut segera dikembalikan kepada para ahli waris dan semua orang yang melakukan tindak pidana dalam pengalihan tanah tersebut kepada PT Komatsu harus diproses di pengadilan,” tandas Jhonny M Samosir SH, kuasa dari ahli waris Bele bin Bidin.

Jhonny menegaskan, para ahli waris Bela sebagai pemilik sah atas tanah 25.400 m2 tersebut hingga saat ini tidak pernah melakukan jual beli tanah kepada pihak manapun apalagi kepada PT Komatsu Indonesia. Atas dasar itu, para ahli waris yakin hak mereka telah ditindas oleh kelompok mafia tanah bekerja sama dengan oknum pimpinan PT Komatsu Indonesia, sehingga tanah warisan itu kini dikuasai oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang industri alat berat konstruksi merek komatsu itu.

“Berdasarkan surat Girik C tertanggal 19 Januari 1959/Surat Ketetapan Ipeda No 2768 Persil 31 S.II No Ris 199/WPJ/10/KI.204/1977 tanah tersebut adalah milik Bele bin Bidin. Para ahli waris belum pernah melakukan pelepasan hak tanah tersebut kepada pihak manapun,” tegas Jhonny.

Menurut Jhonny, pihaknya telah menemukan bukti adanya proses jual beli tanah tersebut kepada PT Komatsu tetapi bukan dari ahli waris Bele sebagai pemilik sah. Para pelaku yang diduga kuat sebagai penjual dengan melakukan tindak pidana pemalsuan adalah almarhum H Dasuki yang saat itu sebagai ketua RW 03 Kelurahan Sukapura, mantan Lurah Sukapura H Makbul dan seorang lagi bernama HoKiarto.

Sementara dari sumber-sumber terpercaya, Ho Kiarto merupakan seorang mafia tanah yang kerap mempermainkan tanah di wilayah DKI Jakarta. L30 P1000/7064R


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (73780)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61092)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52840)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20981)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16424)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15693)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15323)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15018)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14889)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11491)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya