Rabu, 04 April 2012 - 09:54:52 WIB
Terkait Sengketa Lahan, Masyarakat Bagan Deli ResahKategori: Sumatera Utara - Dibaca: 575 kali

Baca Juga:Pembangunan Percepatan SDN KAB Sukabumi Diduga Penuh RekayasaTartilah Lantik PMR SMPN 6 dan SMAN 3 Unggulan KayuagungPT Ketapang Karya Utama Laksanakan Program CSRSTKIP PGRI Pontianak Ikut Ekspedisi ke Daerah Perbatasan
Bagan Deli, Jaya Pos

Sengketa lahan antara masyarakat Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan melawan Gunawan Susanto, beberapa waktu yang lalu, yang menjadi pemicu turunnya ribuan warga Bagan Deli berdemonstrasi, mulai menunjukkan titik terang. Dimana SHM 199 dan SHM 198 yang kemudian menjadi sertifikat No.76 tahun 2011, yang berlokasi di Kelurahan Pekan Labuhan Ddeli, Kecamatan Medan Labuhan salah alamat dan penuh rekayasa.

Sejak tahun 1901, Kampung Bagan Deli telah dihuni 145 KK. Pada tahun 1910, Sultan Deli melantik Haji Awal sebagai penghulu pertama. Perkembangan daerah itu pun begitu pesat.

Di masa penghulu ke 5, Mahmud Ashari Lubis telah mengeluarkan SKT yang diusahai turun-temurun, sehinggadi masa kepemimpinan Hasym Syam sebagai kepala desa, Bagan Deli tetap Kelurahan Bagan Deli. “Tidak pernah menjadi atau bahagian dari Kelurahan Pekan Labuhan,” kata Khairudin Nasution, yang akrab dipanggil Pak Kadin, salah satu tokoh adat setempat, kepada Jaya Pos.

Pada tahun 1967, Hasym Syam, Mahmud Ashari Lubis bersama masyarakat membuka lahan rawa basah dan dikeluarkanlah surat keterangan garap menjadi SKT pada tahun 1974. Tahun 1983 dan 1986, masyarakat mendapat prona dari Agraria BPN Sumut.

Pada tahun 1996 muncul SHM No. 198 an Sutio Ismail dan SHM No.199 an T Jahirun. Keduanya bukan berlokasi di Bagan Deli, tetapi di Pekan Labuhan Deli, Medan Labuhan. Pada thn 2011, Lurah Bagan Deli Irwansyah Lubis membuat permohonan  sertifikat pengganti No.198 yang konon rusak, dan terbitlah sertifikat No.76 an Lim Sui Giok, yang dikuasakan kepada Gunawan Susanto.

Gunawan Susanto, kemudian mengadukan masyarakat ke Polres KP3 Belawan karena dinilai menempati tanah tanpa seizin pemiliknya, yaitu Gunawan Susanto.

Sementara pengacara Gunawan Susanto yang sudah empat kali berganti tidak dapat menunjukkan kejelasan kepemilikan lahan. Segala sertifikat dan data yang dimunculkan sangat mengambang serta statusnya tidak jelas.

“Terciptanya sertifikat No.76 tahun 2011, terdapat pemalsuan data dan saksi,” ujar Pak Kadin. Di KTP Sutio Ismail tetapi photo gambar Gunawan Susanto.

Hasil gelar perkara di Poldasu tercantum juga soal tanah yang sama letaknya. Lurah Bagan Deli Irwansyah Lubis dengan beraninya mengeluarkan surat keterangan Lurah.

Kepolres KP3 Belawan menyatakan, nama Asbet tidak pernah terdapat bertulisan tangan dan tidak didaftarkan di buku kelurahan dan kecamatan. Padahal, status tanah di situ 85% tidak terdaftar. Lurah cepat sekali mengambil keputusan karena ada kepentingan pihak lain yaitu Ramlan CS yang mengakui tanah Asbet adalah miliknya.

Ramlan cs disponsori 27 orang yang bertandatangan. Padahal, ujar pak Kadin lagi, SKT A/N Asbet sudah dileges oleh Pengadilan Negeri Medan. Tetapi lurah tetap memproses permohonan SKT Ramlan cs.

     “Memangnya tanah a/n Asbet yang diusahai turun temurun  masih hutan? Keputusan kasasi MA 2011: hak milik turun temurun sudah cukup kuat/sah di dalam UU Pertanahan. Lurah sudah melanggar wewenang jabatan sebagai lurah. Kami harap polisi segera memproses perkara ini. Sudah jelas dasar hukum pidananya,” terang Pak Kadin. Khaidir Anwar
0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (73664)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61090)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52839)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20976)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16423)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15690)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15321)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15018)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14875)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11478)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya